SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E meminta Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussam mengawal program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada kelembagaan pengusul PSR (koperasi dan kelompok tani) agar program ini dapat terealisasi dengan baik dan tidak melanggar aruran hukum yang berlaku.

Hal itu disampaikan Affan Alfian Bintang saat membuka kegiatan Sosialisasi Program PSR di Hotel Hermes One yang diprakarsai Distanbunkan Kota Subulussalam dihadiri puluhan perwakilan asosiasi pekebun dan sejumlah kelompok tani, Kamis, 25 Agustus 2022.

“Kepada dinas pertanian dan perkebunan, agar dapat melakukan pengawalan program PSR ini dengan maksimal, agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan sebaik-baiknya, tidak melanggar hukum yang berlaku,” kata Affan Alfian.

Walkot mengatakan program PSR di Kota Subulussalam sudah berjalan sejak 2019 lalu sampai dengan tahun 2021, dengan jumlah kuota 2.500 hektare saat ini sedang pengerjaan di lapangan. Ia berharap program ini terlaksana dengan baik dan tepat sasaran, agar dapat membantu peningkatan produksi TBS di Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini.

Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E membuka sosialisasi PSR yang dilaksanakan Distanbunkan di Hotel Hermes One, Kamis, 25 Agustus 2022.

Berdasarkan data sementara yang ia peroleh, Affan Alfian menyebutkan saat ini hasil produksi TBS per hektare hanya berkisar antara 500 sampai 800 kilogram atau masih di bawah rata-rata produksi yang seharusnya bisa melebihi dari angka di atas.

Kecilnya produksi tersebut, kata Walkot Affan Alfian disebabkan beberapa faktor di antaranya kondisi tanaman kepala sawit yang tidak produktif lagi, seperti faktor usia lebih dari 25 tahun, kemudian faktor bibit yang tidak berkualitas dan perawatan kebun yang tidak maksimal.

“Maka dengan program PSR ini diharapkan mampu meningkatkan produksi TBS di Kota Subulussalam dengan mempertahankan luas area tanaman kepala sawit yang ada,” kata Walkot.

Kepala Distanbunkan Kota Subulussalam, Rosihan Indra menambahkan kegiatan ini diikuti asosiasi pekebun, ketua gabungan kelompok tani, ketua koperasi, ketua koptan, pendamping kegiatan PSR dan tokoh petani pekebun.

Adapun narasumber kegiatan ini yakni Sekretariat Tim PSR Distanbunkan, Kejari Subulussalam, BPN Subulussalam dan KPH Wilayah VI.

Rosihan Indra mengatakan program PSR yang sudah dikerjakan seluas 2.167 hektare untuk tumbang dan pembersihan lahan, kemudian seluas 1.945 ha sudah ditanami dari total 2.651 yang direkomtek oleh Dirjenbun mulai 2020 sampai akhir 2021.

Adapun jumlah koperasi yang sudah mendapat rekomendasi teknis sekitar 10 kelembagaan pekebun. Sedangkan usulan di tahun 2022 ini sedang proses seluas 3.977 ha, terdiri dari 63 usulan lebih dari 25 kelembagaan pekebun, yang mengakomodir petani sebanyak 1.800 lebih.[]