Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaBerita AcehHadirkan Ketum PBNU,...

Hadirkan Ketum PBNU, HUDA akan Gelar Seminar ‘Menemukan Pemimpin Ideal Untuk Aceh’

BANDA ACEH – Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) akan menggelar seminar kebangsaan di Banda Aceh, Sabtu, 29 Juni 2024. Seminar mengusung tema “Menemukan Pemimpin Ideal Untuk Aceh” ini akan menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf sebagai pemateri.

Hal itu disampaikan Ketua Tandfiziah PB HUDA Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau Tu Sop melalui staf medianya Al Fadhal dalam rilis, Senin (24/6).

Tu Sop menyebut NU seringkali memiliki pengaruh dalam pembentukan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, terutama hal-hal yang berkaitan dengan agama, pendidikan, dan sosial. Pandangan dan fatwa dari ulama NU sering dijadikan rujukan oleh pemerintah dalam membuat keputusan.

Tu Sop menambahkan banyak tokoh NU yang aktif dalam pemerintahan, baik sebagai menteri, anggota parlemen, atau pejabat tinggi lainnya. Misalnya tokoh senior NU, menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia, Menteri Agama dan jabatan lainnya.

Menurutnya, hal itu sangat berbanding terbalik dengan kondisi di Aceh, di mana ulama dan agamawan partisipasinya dalam pemerintahan sangat sedikit. Bahkan sebagian orang ada yang menganggap partisipatif para ulama dalam politik dan pemerintahan tidak efektif dan suatu kesalahan yang tidak berjalan pada tempatnya.

Oleh karena itu, kata Tu Sop yang juga Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syari’at Islam (KWPSI), HUDA mengundang PBNU untuk memberikan pemahaman, interpretasi dan penghayatan dalam seminar ini kepada kader-kader HUDA, Pengurus Wilayah 23 Kab/Kota dan Pengurus Kecamatan yang nantinya akan berkolaborasi dengan NU baik dalam pemerintahan, politik, sosial budaya dan sektor pendidikan.

Sehingga inklusifnya HUDA ke depan dapat berperan sebagai penyeimbang dalam dinamika politik Aceh, memastikan bahwa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin tercermin dalam kebijakan dan tindakan pemerintah.[](ril)

Baca juga: