TAPAKTUAN — Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma meminta masyarakat yang mendiami wilayah barat selatan Aceh lebih serius dalam memperjuangkan terowongan Geurutee.

Hal itu disampaikan Haji Uma dalam seminar dan musyawarah pemuda barat selatan di Rumoh Agam Tapak Tuan, Aceh Selatan, Kamis, 23 November 2017.

Seminar tersebut diselenggarakan Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (KMBSA) dan berlangsung selama dua hari hingga Jumat, 24 November 2017.

Senator asal Aceh itu menyebutkan, ia bukannya tidak mendukung perjuangan masyarakat barat selatan Aceh, namun hingga saat ini tidak ada satu lembar pun surat mohon dukungan dari pemkab di wilayah tersebut yang diajukan padanya.

“Padahal, itu dasar administrasi sebagai bahan aspirasi untuk disampaikan dalam rapat kerja dengan kementerian terkait di Jakarta. Namun saya tetap akan menyuarakan tuntutan masyarakat barat selatan Aceh, karena saya tahu itu kebutuhan dan wajar,” ujar Haji Uma.

Terkait anggaran terowongan yang diperkirakan mencapai Rp5 triliun, kata Haji Uma, di satu sisi memang besar, namun ini kebutuhan yang nyata bagi masyarakat wilayah barat selatan. Sehingga angka itu bukan jumlah yang besar bagi pemerintah pusat, mengingat memang benar-benar dibutuhkan.

“Tapi kuncinya, seluruh pemkab di barat selatan harus kompak menyuarakanya secara kolektif. Saya harap pemuda barat selatan Aceh agar konsisten dalam berjuang, istiqamah, dan harus memiliki integritas yang jelas. Itu penting, agar kaum muda memiliki posisi tawar dalam mengisi dan mengawal pembangunan yang tentuya harus berpihak kepada masyarakat,” tegas Haji Uma.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Azhar, melalui siaran pers mengatakan, pertemuan pemuda barat selatan Aceh merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan Forum KMBSA. Kali ini bertempat di Tapak Tuan.

Pemateri yang diundang dari Gubernur Aceh diwakili Kadispora Musri Idris, dari DPD RI H. Sudirman. Sementara Kapolda Aceh diwakili Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi, dan Pimpinan DPR Aceh diwakili politisi Partai Demokrat, Tanwir Mahdi.[]