Lanjutan tulisan sebelumnya…

Nah, meski CEO Spotlight itu belajar bahasa Prancis dengan teknik-teknik yang dikemukakannya itu, tak ada salahnya diterapkan ketika belajar bahasa asing lainnya. Saya yakin hasilnya juga sama asalkan kita optimis.

Teknik-teknik yang dikemukakan oleh David Bailey itu mengingatkan saya pada teori Bialystok. Ini adalah teori tentang belajar bahasa kedua. Katanya, untuk belajar suatu bahasa seseorang harus memiliki pengetahuan (knowledge) dalam bentuk implicit linguistic knowledge, explicit linguistic knowlege, dan othe knowledge.

Implicit linguistic knowledge adalah pengetahuan kebahasaan yang diperoleh melalui pengalaman berkomunikasi menggunakan bahasa yang sedang ia pelajari, mendengarkan TV dan membaca novel). Pengetahuan ini diperoleh secara nonformal.

Explicit linguistic knowlege merupakan pengetahuan kebahasaan yang diperoleh secara formal di kelas, membaca buku-buku tentang tata bahasa yang sedang ia pelajari, termasuk seluk-beluk bahasanya.

Terakhir, other knowledge adalah pengetahuan lain, selain kebahasaan, seperti belajar ilmu bumi dan fisiki nuklir.

Tiga hal itu berperan penting dan saling mendukung untuk menguasai bahasa asing dan mampu berkomunikasi menggunakan bahasa itu. Tanpa salah satunya, hal yang mustahal bagi seseorang untuk menguasai dengan fasih suatu bahasa. Fasih yang saya maksud di sini bukan hanya sebatas mampu berbicara, tetapi juga menguasai sepenuhnya tata bahasa yang sedang dipelajari itu.

Memang ada orang yang mampu berkomunikasi dengan bahasa asing hanya dengan membiasakan diri berkomunikasi dengan penutur asli (implisit knoeledge). Ia mengesampingkan explicit linguistic knowlege dan other knowledge. Hasilnya tentu saja tak sebaik orang yang menguasai bahasa dengan mengandalkan explicit linguistic knowlege, implicit linguistic knowledge dan other knowledge.[]