LHOKSUKON – Harga daging hari meugang pertama di pusat pasar Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara bertahan di kisaran Rp 150 ribu hingga 160 ribu perkilogramnya. Namun subuh tadi sejumlah pedagang ada yang menjual hingga Rp 170 ribu perkilogramnya.
“Ini kan meugang kecil (pertama) jadi lapak baru digelar subuh tadi. Untuk besok pada puncaknya, pedagang biasanya sudah berjualan sejak dini hari. Untuk hari ini pun jumlah pembeli masih normal, malah bisa dikatakan sedikit sepi karena datang bertahap,” kata Abdullah, 42 tahun, penjual daging asal Gampong Mancang, Lhoksukon saat ditemui portalsatu.com, Senin, 4 Juli 2016.
Ia menyebutkan, dirinya menjual daging dengan harga standar, yakni Rp 150 ribu perkilogram. Demikian juga dengan hati yang setara harga daging. Untuk usus Rp 70 ribu perkilogram, babat Rp 60 ribu perkilogram, paru-paru Rp 120 ribu perkilogram, tulang rusuk dan buntut/ekor Rp 80 ribu perkilogram, sedangkan untuk tulang yang kurang bagus sekitar Rp 60 ribu perkilogramnya.
Hal senada dikatakan Jamal, 35 tahun, penjual daging asal Kota Lhoksukon. “Sejak subuh tadi hingga pukul 10.00 WIB harga daging masih berada pada kisaran Rp 150 ribu dan 160 ribu. Biasanya semakin siang harga semakin turun, apalagi jika pembeli sepi. Tapi sejauh ini masih normal. Hanya saja tidah berdesakan, karena pembeli tidak datang bersamaan,” ucapnya.
Abdullah dan Jamal memperkirakan, harga daging besok tetap normal. Namun demikian harga bisa saja naik tergantung permintaan pasar.
“Untuk besok bisa jadi harganya sama, tapi bisa juga naik. Namun kecil kemungkinan untuk turun karena biasanya besok lebih ramai pembeli, berdasarkan dengan pengalaman tahun sebelumnya,” kata Jamal.[](ihn)


