BLANGKEJEREN – Harga gabah kopi jenis Arabika di Kabupaten Gayo Lues diprediksi bakal melejit pada akhir tahun 2026 ini. Selain permintaan dari luar daerah sangat tinggi, kemarau panjang jadi faktor penyebab utamanya.

Salah seorang petani kopi di Kabupaten Gayo Lues Malik, Senin, 31 Agustus 2026, mengatakan saat ini banyak bermunculan agen penampung gabah kopi di Kabupaten Gayo Lues. Selain warga lokal, agen penampung dari luar daerah ikut membeli gabah kopi yang sedang dijemur warga di depam rumahnya.

“Persaingan harga gabah kopi di Kabupaten Gayo Lues saat ini sangat ketat, masing-masing agen penampung memberi harga tinggi di lapangan. Hal itu terjadi akibat banyaknya permintaan dari luar daerah,” katanya.

Selain banyak bermunculan agen penampung keliling, hasil panen kopi arabika di Kabupaten Gayo Lues tahun 2026 ini juga mengalami penurunan akibat cuaca ekstrem.

“Hasil panen kopi arabika di Kabupaten Gayo Lues menurun 20 persen hingga 30 persen dari tahun lalu. Hal ini disebabkan banyak buah kopi yang busuk dan rontok akibat kemarau panjang,” ujarnya.

Saat ini, harga gabah kopi di Kabupaten Gayo Lues berkisar Rp65 ribu hingga Rp67 ribu per bambu. Jika kemarau panjang terus berlanjut, harga gabah kopi di Gayo Lues diprediksi bisa menembus hingga Rp80 ribu per bambu.

“Saat pesanan meningkat dan stok berkurang, lonjakan harga bakalan terjadi. Dan persaingan harga bakalan semakin ketat,” katanya.

Kepada petani Kopi Arabika Gayo Lues, Malik mengingatkan agar tetap menjaga kualitas gabah kopi yang hendak dijual, dan terus konsisten melakukan perawatan terhadap kebun kopi.[]