BLANGKEJEREN – Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Terangun, Ns. Mustafa Kamil, S.Kep., mengakui stok obat sedang kurang, tetapi pelayanan tetap maksimal seperti biasanya.

Pernyataan itu disampaikan Mustafa Kamil, Senin, 31 Agustus 2026, menyikapi pernyataan warga Kecamatan Terangun, Salihan, saat reses delapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues. Warga itu menyebut bahwa petugas Puskesmas Kecamatan Terangun pada pukul 09:00 WIB belum masuk kantor sehingga pasien diminta datang pukul 11:00, namun setelah itu obat juga tidak tersedia.

“Sebagian stok obat-obatan memang berkekurangan, namun pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat tetap maksimal. Tidak betul itu pukul 11:00 WIB baru melayani pasien,” kata Mustafa melalui telepon WhatsApp.

Puskesmas Terangun, kata Mustafa, tetap melayani pasien selama 24 jam. Sebab, Puskesmas Terangun merupakan Puskesmas rawat inap.

“Yang kami sayangkan adalah tidak diundangnya kami saat reses anggota dewan itu. Biasanya kami juga diundang, sehingga ketika ada pengaduan bisa langsung kami jelaskan dalam forum tersebut,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues, Bir Ali, mengatakan stok obat yang tersedia saat ini adalah obat-obatan sisa pascabanjir bandang akhir tahun 2025 lalu. Sedangkan obat yang sudah dipesan melalui e-katalog belum tiba.

“Ada beberapa item stok obat yang kurang, tetapi Dinas Kesehatan sudah lama memesannya melalui e-katalog, tapi sampai hari ini belum tiba obatnya. Nanti kalau obatnya sudah tiba langsung didistribusikan ke Puskesmas yang kekurangan obat,” kata Bir Ali melalui telepon WhatsApp.[]