SUBULUSSALAM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani dalam wilayah Kota Subulussalam turun drastis menjadi Rp900 dari sebelumnya Rp1.150 per kilogram sejak sepekan terakhir.
“Sejak sesudah lebaran, harga sawit anjlok total, Rp900 per kilogram,” kata salah seorang petani sawit penduduk Gampong Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Rahmin Bancin, kepada portalsatu.com/, Senin, 2 Juli 2018.
Ia mengatakan, dalam dua pekan terakhir beberapa kali harga TBS turun. Pertama Rp1.150 per kilogram dari sebelumnya Rp1.170 per kilogram. Selanjutnya turun lagi dari Rp1.050 menjadi Rp900 per kilogram di tingkat petani.
“Yang sangat kami khawatirkan, harga TBS kembali turun. Mudah-mudahan itu tidak terjadi, karena bisa menghancurkan perekonomian petani,” ujar Rahmin Bancin.
Turunnya harga TBS menambah beban petani, karena di sisi lain harga kebutuhan pokok justru naik. Bahkan harga LPG juga ikut naik.
“Sumber matapencaharian kami dari sawit sekarang sudah anjlok. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah,” pungkas pria sudah memasuki lanjut usia ni.
Para petani berharap harga TBS kembali normal seperti sebelumnya berada di titik aman Rp1.400-Rp1.500 per kilogram di tingkat petani.
“Mudah-mudahan TBS naik, membawa keberuntungan kepada petani,” pintanya.[]



