Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNikmatnya Mie Eungket...

Nikmatnya Mie Eungket TPI Meureudu yang Bikin Ketagihan

PIDIE JAYA – Mie Aceh merupakan makanan khas Aceh berbahan dasar mie kuning yang terbuat dari tepung yang disajikan dengan cita rasa pedas. Untuk menambah nikmat, umumnya mie Aceh diolah dengan tambahan daging dan seafood, seperti udang, kepiting, cumi-cumi dan tiram. Selain itu juga ditambahkan bahan pelengkap seperti potongan mentimun, bawang atau kacang goreng dan tentunya kerupuk, serta acar bawang.

Namun di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Meunasah Balek, Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya, mie Aceh dinikmati dengan tambahan ikan tuna atau tongkol. Soal rasa, jangan diragukan. Selain lezat, mie ungkoet (ikan) juga memiliki kandungan gizi yang tinggi dan protein yang baik untuk tubuh.

Leli, 42 tahun, salah satu pengolah mie eungket di Komplek TPI Meunasah Balek saat ditemui portalsatu.com beberapa waktu lalu menyebutkan, dalam sehari warung miliknya menghabiskan 15 – 20 kilogram mie kuning setiap harinya.

“Saya sudah lebih dari 10 tahun berjualan di sini, warung kopi dan juga mie Aceh. Warung saya buka mulai dari pukul 06.30 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Harga seporsi mie hanya Rp 7 ribu. Jika mau ditambahkan ikan, silahkan bawa sendiri,” ujar Kak Leli, demikian ia kerap disapa.

Kak Leli mengatakan, biasanya pelanggan membeli ikan langsung di TPI, karena di sana selalu ada yang menjualnya. Namun ada juga pelanggannya yang membawa kepiting, udang atau pun daging.

“Pelanggan yang datang bukan hanya dari penduduk lokal, namun juga ada dari luar kota. Biasanya mereka berkunjung ke rumah keluarga di Meuredu, kemudian dibawa ke sini untuk makan mie ikan. Alhamdulillah, setiap hari selalu ramai. Ada pelanggan yang meminta mie kuah, goreng basah (tumis) dan mie goreng kering, itu sesuai selera. Soal level pedas, itu juga sesuai permintaan pelanggan, bahkan ada yang minta ditambahkan potongan cabai rawit,” ucap Kak Leli.

Amatan portalsatu.com, Kak Leli membersihkan ikan yang dibawa pelanggan di belakang warung miliknya. Kata Kak Leli, itu untuk menghindari percikan darah dan bau amis di warung karena dapat mengganggu pelanggan. Ikan dibersihkan dengan cara dibuang bagian kepala, dibelah dua dan hanya diambil bagian isi saja, tanpa tulang.

Untuk menghilangkan bau amis, sebelum diolah dengan mie, ikan terlebih dahulu dilumuri air jeruk nipis namun jangan terlalu banyak karena bisa terasa asam. Setelah itu, ikan dirajang kasar dan ditumis. Tak lupa pula ditambahi bawang putih yang sudah digeprek kasar yang juga berfungsi sebagai penghilang bau amis. Kemudian ditambahkan bumbu cabai merah dan juga sayur seperti sawi, kol dan tauge. Terakhir, dimasukkan mie dan dimasak hingga matang.

Bagi yang penasaran dan kebetulan melintas di Kecamatan Meuredu, Pidie Jaya, silahkan mencoba karena dijamin bikin ketagihan. Rasa ikan yang lembut dipadu kuah pedas kental berwarna merah kecoklatan menambah nikmat rasa.

Soal jarak tempuh tak perlu khawatir. Dari pusat kota Meureudu hanya sekitar 800 meter belok kiri, persisnya jalan menuju lokasi wisata Pantai Manohara. Jika masih bingung, silahkan bertanya kepada warga setempat yang dikenal ramah dalam menyambut pendatang.[]

Baca juga: