SUBULUSSALAM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani dalam wilayah Kota Subulussalam terjun bebas berkisar antara Rp700-800 per kilogram, tergantung jarak kebun dengan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di daerah itu.
Kondisi ini menyebabkan banyak kebun petani di Bumi Sada Kata tidak terawat dengan baik, seperti biasanya pemupukan minimal dua kali setahun. Petani pun malas membersihkan kebun akibat harga TBS sawit tidak kunjung naik sejak beberapa bulan terakhir.
“Harga sawit murah sekali, tidak semangat mengurus kebun sekarang. Coba perhatikan banyak kebun yang dipenuhi semak belukar,” kata salah seorang petani sawit, Fahkrizal kepada portalsatu.com/, Kamis, 19 Juli 2018.
Baca juga: Irwan Djohan: Petani Sawit Menjerit, Pemerintah Aceh Jangan Diam
Anjloknya harga TBS menambah beban petani sawit mengingat tanaman komoditas unggulan tersebut sumber mata pencaharian mereka untuk memenuhi ekonomi keluarga selama ini. Hal ini juga menyebabkan kondisi perekonomian masyarakat menjadi lesu.
“Sebelumnya harga TBS Rp900 per kilogram di tingkat petani itu awal Juli lalu. Sekarang makin anjlok, turun lagi menjadi Rp700 per kilogram,” keluh Afdal, petani lainnya.
Para petani di wilayah Subulussalam berharap dalam waktu dekat harga TBS segera membaik mencapai titik aman berkisar antara Rp1.500-Rp1.700 per kilogram di tingkat petani, mengingat harga kebutuhan pokok dan sejumlah harga barang lainnya masih sangat mahal bagi kalangan petani sawit.[]



