SIGLI – Sehari pascabanjir besar di 10 Kecamatan dalam Kabupaten Pidie, pemerintah setempat belum memiliki data akurat tentang kurusakan rumah dan fasilitas lainnya.
Hal itu diakui Bupati Pidie Sarjani Abdullah, kepada sejumlah media di rumah dinasnya, Kamis 28 Januari 2016
Menurut Bupati, tingkat kerusakan tergolong parah, banyak rumah warga yang rusak akibat diterjang banjir.
Hingga saat ini belum masuk data dari semua kecamatan, ada wilayah yang hingga saat ini masih terendam, kata Sarjani Abdullah.
Bupati didampingi Kepala Bappeda Muhammad Adam dan Asisten 2 Maddan, menuturkan luasnya wilayah yang mengalami banjir serta tingginya banjir membuat pendataan di lapangan terkendala.
Kita sudah tanyakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, juga belum ada data lengkap, terangnya.
Data sementara menurut Sarjani dari peninjauan dia ke beberapa kecamatan, di Muara Tiga, ada 18 rumah yang rusak, satu di antaranya hancur total.
Sedangkan di Batee juga banyak rusak tetapi belum terkumpul data. Begitu juga di Padang Tiji, belum ada rincian total kerusakan.
Kemungkinan rumah warga yang rusak ratusan, namun belum bisa kita beri keterangan resmi karena data belum ada, aku orang nomor satu di Pidie ini.
Dalam kesempatan itu, dia berharap perhatian dari Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat, karena tingkat kerusakan sangat parah sehingga pemeritahnya kewalahan menangani kembali fasilitas yang rusak.
Kami sangat butuh perhatian dari provinsi dan Pemerintah Pusat untuk memberi perhatian serius dalam penanganan pascabanjir, harap Sarjani Abdullah.[](tyb)

