SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam meresmikan kebun pesantren sekaligus melakukan panen perdana Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di lahan eks HGU PT Laot Bangko, Selasa,30 Desember 2025. Kebun tersebut diperuntukan pesantren/dayah, bagian dari program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Program ini menjadi wujud janji kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin (HRB) dan Nasir, yang dilantik pada 15 Februari 2025 lalu. Melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), enam pesantren masing-masing mendapat kebun sawit seluas lima hektare.

“Kami ingin pesantren mandiri secara ekonomi. Janji ini bukan mimpi hari ini mulai terbukti,” ujar HRB dalam sambutannya dalam acara panen perdana tersebut. HRB meminta kebun dikelola profesional untuk menopang biaya operasional pendidikan dayah.

Pengasuh Pesantren Hidayatullah, H. Qaharuddin Kombin, menyampaikan apresiasi atas adanya bantuan kebun sawit kepada pesantren.

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami mendoakan HRB–Nasir diberi kesehatan dan amanah memimpin Subulussalam,” katanya.

Saat Pilkada, sebagian pihak sempat menilai program pembagian lahan bagi pesantren sulit direalisasikan. Pemerintah menyebut kehadiran GTRA menjadi kunci koordinasi lintas instansi, mulai dari penataan status lahan hingga distribusi manfaat secara bertahap dan terukur.

Ke depan, Pemko menargetkan skema reforma agraria ini menyentuh lebih banyak kelompok rentan. Pemerintah berharap, peningkatan produksi kebun tidak hanya menopang pesantren, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi warga sekitar.[]