BLANGKEJEREN – Rumah Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun BNPB di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues untuk korban banjir bandang luluh lantak disapu angin kencang disertai hujan deras, kejadian itu membuat penghuni Huntara ketakutan hingga terpaksa mencari tempat mengungsi lagi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues Muhaimini, Kamis malam, 25 Juni 2026, membenarkan telah terjadi hujan lebat disertai angin puting beliung tersebut pada Kamis sore.
“Ada 15 unit Huntara yang rusak di desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues, barusan tim melakukan pendataan,” katanya.
Selain 15 unit Huntara, Satu batang pohon pinus berukuran besar juga tumbang hingga meninpa kabel listrik, keadaan itu membuat warga yang tinggal di Huntara merasa ketakutan.
“Huntara yang rusak itu bukan lagi tanggung jawab Vendor (pemborong), tetapi akan menjadi tanggung jawab BNPB untuk melakukan perbaikan seperti kejadian di desa Cane Toa, Kecamatan Rikit kemarin,” ujarnya.
Saat ini, BPBD Gayo Lues sedang menyiapkan data kerusakan Huntara tersebut untuk dikirimkan ke BNPB, sehingga dalam waktu dekat bisa dilakukan perbaikan.[]




