LHOKSEUMAWE – Sebanyak 28 pengungsi Rohingya yang selama ini menempati bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe di Kecamatan Blang Mangat, resmi direlokasi ke shelter baru, di Gampong Mesjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Kamis, 25 Juni 2026.

Relokasi tersebut bertujuan untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi para pengungsi Rohingya. Pemindahan itu dilakukan oleh United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta sejumlah lembaga kemanusiaan yang selama ini aktif mendampingi pengungsi Rohingya di daerah tersebut.

Shelter baru itu berdiri di atas lahan seluas 18.762 meter persegi (m²) yang telah disiapkan Pimpinan Dayah Zurriyatul Qurani Al-Ma’arif (ZQA) Gampong Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Tgk. Sulaiman Lhok Weng, dan dipinjam pakai secara gratis untuk pembangunan shelter pengungsi Rohingya. Lokasi tersebut diperkirakan sekitar 10 kilometer dari Jalan Medan-Banda Aceh Simpang AURI, Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, dan jauh dari kawasan permukiman warga.

Di kawasan itu telah dibangun 15 unit shelter semi permanen berdinding anyaman bambu buluh dan beratap seng berwarna biru. Sebanyak 10 unit shelter dibangun oleh IOM, dan lima unit lainnya dari Jesuit Refugee Service (JRS).

Fasilitas Kesehatan dari MER-C

[Pengungsi Rohingya saat tiba di shelter baru, Kamis, 25 Juni 2026. Kamis, 25 Juni 2026. Foto: Fazil/portalsatu]

Selain tempat tinggal, tersedia pula fasilitas kesehatan permanen yang dibangun MER-C serta sejumlah toilet yang didukung Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI).

Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai penyambutan para pengungsi setibanya di lokasi baru. Mereka disambut melalui prosesi peusijuek (tepung tawar) yang dipimpin tokoh agama Tgk. Abdussalam, didampingi Tgk. Sulaiman Lhok Weng.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan UNHCR, IOM, MER-C, YKMI, JRS, Yayasan Geutanyoe Aceh, pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Muspika Blang Mangat, serta unsur Forkopimda.

Kolaborasi Kemanusiaan

Perwakilan UNHCR, Ari Nainggolan, mengatakan relokasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Lhokseumawe, pihak dayah, dan berbagai lembaga kemanusiaan lainnya.

“Alhamdulillah. Melalui kerja sama semua pihak, saat ini tersedia tempat yang lebih layak untuk ditempati oleh 28 pengungsi Rohingya. Ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kolaborasi kemanusiaan yang telah terjalin selama ini,” kata Ari kepada wartawan, Kamis.

Menurut Ari, penggunaan lahan tersebut telah disepakati melalui perjanjian pinjam pakai antara Pemko Lhokseumawe bersama pihak Dayah Zurriyatul Qurani Al-Ma’arif (ZQA) selama 15 tahun. Selanjutnya, para pengungsi juga akan mendapatkan berbagai program pembinaan agar mampu hidup lebih mandiri selama berada di lokasi tersebut.

“Kami berharap para pengungsi dapat tinggal lebih aman dan nyaman di shelter ini, sekaligus memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kemandirian mereka ke depan. Kami mewakili UNHCR dan lembaga kemanusiaan lainnya menyampaikan terima kasih kepada Pemko Lhokseumawe dan pihak Dayah ZQA atas dukungan yang luar biasa selama ini,” ujar Ari.

Pendampingan Berkelanjutan

Plt. Asisten I Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, menyebut relokasi dilakukan karena bangunan bekas Kantor Imigrasi yang selama ini digunakan sebagai tempat penampungan sementara, akan dilakukan perbaikan.

“Maka Pemko bersama berbagai pihak berupaya menyediakan lokasi baru yang memiliki sarana dan prasarana yang lebih memadai. Lahan ini dipinjamkan kepada Pemko selama 15 tahun, dan telah dibangun 15 unit shelter untuk para pengungsi,” ungkap Ihsan.

Ihsan berharap UNHCR dan IOM tetap memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para pengungsi, sehingga kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi dan proses pembinaan dapat berjalan dengan baik.

“Relokasi ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan masih kuat tumbuh di Aceh. Di tengah berbagai keterbatasan, sinergi pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan tokoh masyarakat berhasil menghadirkan harapan baru bagi puluhan pengungsi Rohingya yang tengah mencari kehidupan lebih aman dan bermartabat,” ungkap Ihsan.

Apresiasi Pemko dan Dayah ZQA

Sementara itu, Koordinator Lapangan Yayasan Geutanyoe Aceh, Iskandar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe serta pihak Dayah Zurriyatul Qurani Al-Ma’arif (ZQA) Gampong Mesjid Punteuet yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan shelter bagi para pengungsi Rohingya.

Menurut Iskandar, langkah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan, sehingga para pengungsi dapat menempati hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak selama berada di Lhokseumawe.

“Kami mengapresiasi Pemko dan Dayah ZQA Gampong Mesjid Punteuet yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan shelter. Ini adalah bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan yang sangat berarti, sehingga para pengungsi Rohingya dapat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak dan memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujar Iskandar.[]