LHOKSUKON – Banjir yang merendam belasan gampong di Kecamatan Matangkuli dan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara mulai surut sejak Jumat, 18 Mei 2018. Banjir pada awal Ramadhan 1439 H ini merupakan kiriman dari kawasan Bener Meriah, sehingga mengakibatkan meluapnya Krueng Keuretoe.
“Sejak kemarin saya mengungsi ke rumah anak. Buka puasa kemarin dan sahur tadi pagi juga di tempat anak, di rumah tidak bisa masak karena air sepaha di dalam rumah,” ujar Nurmawati, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Gampong Hagu, Matangkuli saat ditemui portalsatu.com/ di rumahnya.
Kata Nurmawati, banjir sudah menjadi langganan tahunan di Matangkuli dan sekitarnya. “Dalam setahun terkadang banjir hingga puluhan kali, hanya saja kali ini sedikit lebih sedih rasanya karena terjadi di awal Ramadhan. Untungnya sawah baru siap panen. Kemarin airnya deras sekali, lebih dingin dari biasanya karena banjir kiriman dari Bener Meriah. Lumpurnya juga lebih tebal,” ungkap Nurmawati.
Pantauan portalsatu.com/, di Kecamatan Matangkuli, banjir tersisa di beberapa gampong, di antaranya Gampong Alue Thoe, Lawang dan Hagu. Di tiga gampong tersebut, sejumlah ruas jalan masih terendam dengan kisaran ketinggian air 10-50 centimeter dan masih sulit dilalui sepeda motor. Sementara di gampong lainnya sudah surut dan kering, warga sudah membersihkan rumahnya dari sisa lumpur sejak subuh tadi. Di Kecamatan Tanah Luas, banjir juga telah surut.
Sebelumnya, belasan gampong di Kecamatan Matangkuli dan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara terendam banjir, Kamis, 17 Mei 2018. Banjir kali ini terjadi akibat meluapnya Sungai (Krueng) Keureutoe.
Di Kecamatan Matangkuli terdapat 10 gampong yang terendam banjir, yaitu Alue Entok, Teumpok Barat, Hagu, Alue Thoe, Ceubrek Pirak, Lawang, Tanjong Haji Muda, Siren, Meuria, dan Parang Siekureueng.
Sementara tiga gampong lainnya yang terendam di Kecamatan Tanah Luas meliputi Gampong Serba Jaman Baro, Tanjong Mesjid, dan Meunasah Blang.[]



