Banda Aceh — Suasana lantai tiga Pasar Atjeh Baru, Kamis (12/03/2026), terasa berbeda dari biasanya. Tawa riang dan wajah ceria ratusan anak yatim menghiasi pusat perbelanjaan yang berada di samping Masjid Raya Baiturrahman itu.

Dengan penuh antusias, anak-anak memilih sendiri pakaian dan perlengkapan Lebaran yang mereka impikan. Momen ini menjadi pengalaman istimewa yang menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

Di tengah suasana hangat tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, tampak berbaur akrab. Keduanya turut mendampingi, bahkan membantu anak-anak memilih baju, sepatu, hingga perlengkapan Lebaran.

Bunda Illiza—sapaan akrab wali kota—terlihat sabar dan penuh perhatian saat memilihkan busana untuk beberapa anak. Senyum bahagia pun terpancar ketika anak-anak menemukan pakaian yang mereka sukai. Sementara itu, Afdhal juga tampak aktif mendampingi, berjalan dari satu toko ke toko lainnya bersama para yatim.

Kegiatan ini merupakan hari pertama dari program belanja bersama anak yatim yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh selama beberapa hari ke depan. Pada hari perdana, sekitar seratusan anak yatim dari Kecamatan Kuta Alam turut ambil bagian.

“Alhamdulillah, hari ini kita mulai kegiatan belanja bersama anak yatim di Pasar Atjeh. Setiap anak kita berikan Rp500 ribu untuk memenuhi kebutuhan Lebaran,” ujar Illiza.

Ia menjelaskan, program tersebut akan berlangsung hingga pertengahan Maret dengan total penerima mencapai 1.150 anak yatim dari seluruh kecamatan di Banda Aceh.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus diperluas agar semakin banyak anak yatim dapat merasakan kebahagiaan Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan penuh suka cita.

“Insyaallah setiap tahun kita tingkatkan. Harapannya, semakin banyak anak yatim yang bisa kita bahagiakan,” katanya.

Illiza juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menyantuni anak yatim, salah satunya melalui gerakan menabung untuk anak yatim yang direncanakan dibuka setiap 15 Ramadan.

“Mari kita bersama-sama berbagi. Insyaallah jika dilakukan bersama, tidak ada lagi anak yatim di Banda Aceh yang tidak tersantuni,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari nilai luhur ajaran Islam yang perlu terus dijaga dan diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para pejabat Pemko Banda Aceh, camat, serta ASN yang ikut mendampingi anak-anak saat berbelanja. Hadir pula Direktur Utama Perumdam Tirta Daroy Banda Aceh, T Novizal Aiyub, beserta jajaran.

Di tengah hiruk-pikuk pasar, keceriaan anak-anak yatim itu menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi kasih sayang dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. [adv]