SIGLI – Pidie kembali mencetak prestasi yang menggembirakan. Data Puspendik Kemendikbud 2016 merilis, Indeks Integritas UN (IIUN) Pidie jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional. Peringkat IIUN Pidie tertinggi di Aceh.
Ketua Panitia UN Pidie Drs. Sulaiman mengucap terima kasih kepada seluruh guru dan kepala sekolah atas prestasi itu. “Komitmen dan kerja keras merekalah hal ini bisa dicapai, ujarnya melalui siaran pers, Kamis, 12 Januari 2017.
Walaupun nilai UN masih rendah, tetapi hal itu dialami oleh semua kabupaten yang menegakkan integritas, kata Sulaiman.
Ia menyebut risiko menegakkan integritas dan risiko UNBK memang menurunnya nilai UN di seluruh tempat, bukan hanya di Pidie.
Berdasarkan data Puspendik dalam neraca pendidikan 2016 IIUN Pidie untuk SMP rerata 78,6, sedangkan rerata Aceh 66,4, dan rerata nasional 72,4. Untuk UN SMA IPA, IIUN Pidie 71,3, IIUN Aceh 59,9 dan IIUN nasional 62,2. IIUN SMA IPS Pidie 75,6, Aceh 61,4 dan nasional 63,8. IIUN SMK Pidie 73,5, Aceh 70,0 dan nasional 70,9. Data itu menunjukkan, di semua janjang, Pidie berada di atas rata-rata nasional dan Aceh.
Sulaiman menambahkan, prestasi ini bukti kuat dukungan Pemerintah Kabupaten Pidie untuk membangun pendidikan berbasis kejujuran.
“Nilai UN yang jujur menjadi tolok ukur daya serap anak-anak Pidie. Ini akan menjadi bahan perbaikan untuk tahun selanjutnya,” ujar Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Pidie ini.
Menurut Sulaiman, untuk tahun 2017 tekad itu akan tetap ditegakkan. Semua insan pendidikan Pidie akan bekerja keras untuk melanjutkan integritas tinggi dan pencapaian nilai yang lebih tinggi.
Kita akan lebih sungguh-sunggguh tahun ini termasuk bertekad melaksanakan UN berbasis komputer atau UN online, katanya.
Pihak sekolah, kata dia, saat ini juga antusias mencapai prestasi lebih baik dari tahun lalu.
Terima kasih Pemerintah Pidie sudah mendorong kami menegakkan integritas sehingga guru benar-benar punya wibawa di depan peserta didik dan orang tuanya,” ujar Ketua MKKS SMP Pidie Drs. Mukhlis.
Hal sama disampaikan Ketua MKKS SMA/SMK Drs. M. Nasir. Menurut Kepala SMKN 1 Sigli ini, dengan UN jujur sangat mendorong siswa untuk giat belajar. Selain itu, mendorong orang tua lebih peduli pada proses belajar anak-anak mereka.
Ketua Musyawarah Kepala MA Pidie Yusmadi mengatakan, Kami sekolah di bawah Kemenag sepakat melanjutkan UN jujur.
Tidak ada istilah lagi anak didik menunggu dibantu atau berharap beredar kunci jawaban yang macam-macam yang merusak antusiasme belajar anak didik,” kata mantan Kepala MAN Sigli ini.[](rel)





