BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah memaparkan sejumlah alasannya merombak kabinet kerja jelang akhir masa jabatannya. Menurut Zaini, kebijakan tersebut dilakukan hanyalah untuk meluruskan penyimpangan yang dilakukan pelaksana tugas Gubernur Aceh saat Zaini Abdullah memasuki masa cuti beberapa waktu lalu.
“Ini tidak boleh disalahartikan, yang dilakukan Plt bukan pelantikan tetapi pengukuhan. Kalau yang saya lakukan adalah pelantikan sesuai UUPA,” kata Gubernur Zaini.
Dia mengatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beberapa kali menyebutkan jika permasalahan Aceh diselesaikan dengan UUPA. “Karena Aceh lain,” kata Zaini.
“Ini yang harus kita luruskan. Ingatlah, ini bukan kepentingan Zaini Abdullah. Ini untuk kepentingan Aceh. Kalau ini tidak diluruskan, maka akan dilaknat,” kata Zaini lagi.
Mantan Menteri Kesehatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini kemudian sedikit memutar memori soal perjuangan puluhan tahun silam. Menurutnya banyak darah yang tertumpah akibat konflik tersebut sehingga tidak boleh disia-siakan dengan jalan menyimpang di masa perdamaian.
“Tidak ada kepentingan Zaini Abdullah, tidak ada kepentingan apa-apa dalam hal ini. Kita harus meluruskan. Saya berani memberi pertanggungjawaban tentang hal ini,” ujar Zaini Abdullah.[]


