JAKARTA – Pada awal 2018, Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 1,3 ton ganja ke Jakarta. Narkoba asal Aceh itu, ditemukan dalam sebuah truk boks di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. 

Untuk membongkar penyelundupan narkoba ini, sebenarnya bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan seorang polisi yang memiliki pengalaman khusus di dunia hitam narkoba. Lalu, siapa aktor di balik keberhasilan ini? 

Dia adalah AKBP Suhermanto, perwira yang kini menjabat Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. 

Seperti dikutip dari situs resmi kepolisian, Tribratanews, Senin, 15 Januari 2018. Pria berwajah tampan ini, bukan polisi sembarangan, selama ini dia memiliki segudang prestasi dalam hal meringkus para bandar dan pemakai narkoba. Sudah ratusan bahkan ribuan orang yang dijebloskannya ke penjara.

Bahkan, lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000 ini, juga dijuluki sebagai 'pemburu artis-artis terlibat narkoba'. 

Berdasarkan catatan, kiprah pria berusia 38 tahun ini, meringkus artis dimulai pada 2010. Saat itu, dia masih menjabat Kepala Unit III Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Diawali dengan menangkap Revaldo Fifaldi Surya Permana, pada Selasa, 20 Juli 2010. Pemain film 30 Hari Mencari Cinta, ditangkap dengan barang bukti 50 gram sabu-sabu yang ditemukan di dalam mobilnya.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 24 Agustus 2010, AKBP Suhermanto kembali menangkap artis. Kali ini, dia menangkap adik dari artis Ayu Azhari, Ibrahim Salahuddin alias Ibra Azhari. Ibra diringkus di Jalan Sunset, Seminyak, Denpasar, Bali.

Ibra ditangkap bersama seorang perempuan berinisial MA. Dari tangan Ibra yang dikenal sebagai aktor panas di eranya itu, polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 5 gram.

Usai menangkap dua artis itu, pada 11 Oktober 2012, saat menjabat Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Taman Sari, dengan pangkat Komisaris Polisi, Suhermanto, meringkus model seksi,Novi Amelia. Wanita ini ditangkap usai menabrak tujuh orang dengan mobil Honda Jazz merah B 1864 POP. Belakangan diketahui, Novi terlibat kecelakaan karena mengemudi dalam pengaruh narkoba.

Lalu, pada Selasa 10 Mei 2016, ketika menjabat Kapolsek Metro Taman Sari, Suhermanto, memimpin penangkapan pelaku pesta narkoba di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Lokasari, Taman Sari, Jakarta Barat.

Di lokasi itu, Suhermanto dan anggotanya mengamankan dua orang, yang satu di antaranya ternyata Jansen Talloga alias Jupiter. Artis ibu kota ini kedapatan membawa sabu-sabu seberat 0,54 gram.

Tak hanya itu,  pada 27 Agustus 2016, ketika menjabat Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. AKBP Suhermanto meringkus pedangdut kondang, Imam S. Arifin, diciduk. Imam ditangkap di kamar nomor 03 lantai 17 Tower Selatan, Apartemen Crysan, Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Dari tangan Imam, polisi menyita 0,36 gram sabu-sabu. Imam ini, sudah lama menjadi target operasinya. Bahkan gerak-gerik Imam melakukan pemesanan narkoba pun sudah diintai polisi.

Artis selanjutnya yang berhasil ditangkap adalah anak raja dangdut Rhoma Irama, yakni Ridho Rhoma pada Sabtu 25 Maret 2017.

Ridho ditangkap di sebuah hotel di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dari tangan artis dan penyanyi dangdut tersebut, ditemukan barang bukti berupa sabu sebanyak 0,7 gram.[] Sumber: viva.co.id