Laurent Simons yang baru berusia 9 tahun akan lulus dan menjadi sarjana Teknik Listrik pada Desember 2019. Bocah ini kuliah di Eindhoven University od Technology (TUE), dilaporkan World of Buzz.
Usai meraih gelar sarjana, Laurent rencananya akan melanjurkan studinya ke jenjang lebih tinggi. Laurent akan belajar untuk meraih gelar PhD sekaligus mempelajari ilmu kedokteran.
Sosok pertama yang menemukan bakat Laurent yaitu kakek-neneknya. Orang tua Laurent awalnya merasa pujian itu berlebihan. Tapi, pandangan orang tua Laurent berubah seiring kedangan guru-guru Laurent.
“Mereka memerhatikan sesuatu yang sangat istimewa tentang Laurent.”
Sejak saat itu, Laurent diberi ujian. Dia menghasilkan nilai bagus dengan mudah. Para guru kemudian memberi tahu orang tua Laurent bahwa bocah itu seperti spons karena mudah menyerap pelajaran.
SMA cuma setahun
Tidak ada yang tahu dari mana datangnya hyper-intelligence Laurent, tetapi Laurent berasal dari keluarga dokter.
Laurent menyelesaikan silabus sekolah menengah dalam satu tahun, ketika dia berusia 8 tahun dan kemudian melanjutkan ke universitas.
TUE mengatakan bahwa mereka memiliki jadwal khusus yang dapat disesuaikan untuk siswa khusus, dan mereka juga mengatakan Laurent “sangat luar biasa” dan “siswa dengan kemampuan cepat” yang pernah mereka miliki.
“Tidak hanya sangat cerdas tetapi dia juga anak yang sangat simpatik,” kata kampus.
Diburu universitas top
Laurent sekarang sedang dicari oleh universitas bergengsi di seluruh dunia untuk melanjutkan PhD-nya.
Laurent mengatakan kepada CNN, dia sangat menyukai teknik listrik. Orang tuanya, di sisi lain, telah berusaha memastikan Laurent mendapatkan waktu bermain yang cukup dan memastikan bahwa dia tidak terlalu serius.
“Kita perlu menemukan keseimbangan antara menjadi seorang anak dan bakatnya,” ujar dia.
Laurent menikmati bermain dengan anjingnya dan juga teleponnya. Tetapi satu mimpi yang dia miliki adalah mengembangkan dan membuat organ buatan.
Saat ini, Laurent menghabiskan waktu liburan ke Jepang untuk bersantai. Sebelum akhirnya, kembali ke bangku kuliah.
Penulis: Maulana Kautsar.[]Sumber: dream.co.id





