Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaSadarilah!

Sadarilah!

Sadarlah!, keberadaan kita di dunia bukan kebetulan, bukan tanpa sengaja dan bukan tanpa tujuan. Di sini kita memiliki waktu yang singkat, seperhelaan nafas atau hanya diantara dua waktu shalat.

Sadarlah!, bahwa waktu kita hanya hari ini dan mesti diisi dengan amalan untuk kepentingan esok yang abadi.

Sadarilah segera!, siapa saja yang telah berjasa pada kita, ayah-ibu kita, leluhur kita, yang membantu kelahiran kita, saudara dan sahabat kita serta lingkungan hidup yang telah mewarnai kita. Hitunglah!, Berapa teguk air dan helaan nafas yang telah kita nikmati hingga kini?.

Sadarilah!, kepada siapa kita pernah berbuat zalim, dosa dan maksiat yang kita kerjakan sehinga dapat merusak kebaikan kita. Serta maafkanlah mereka yang bersalah terhadap kita!.

Sadarilah!, bekal amal kita takkan cukup dibanding dengan yang Allah Berikan kepada kita, apalagi bila ditakar dengan balasan yang kita terima. Alangkah, minus persiapan kita. Dengannya kita mesti cerdas berbekal sebisa mungkin, merangkum sisa umur agar utuh bermakna.

Sadarilah!, tiada makna bila tanpa kemurniat niat. Tiada makna amal bila tanpa RahmatNya. Sebab, sebiji mata kita takkan sebanding dengan amal yang kita kerjakan. Maka kita perlu berhati hati agar setiap amal dan ibadah kita tidak rusak. Ucaplah selalu, Rabbana Taqabbal Minna.

Sadarilah!, bahwa kerugian bukan tentang yang kita miliki, tapi tentang persiapan dan cara kita memaknai kondisi dan peristiwa. Sebab, tak ada yang sia-sia terhadap yang dialami kaum mukmin.

Sadarilah!, bahwa maut senantiasa mengintai, yang memisahkan dari semua yang kita cinta dan kelezatan dunia. Jadikan kehadirannya  sebagai pintu rindu yang syahdu penuh rahmat.

Sadarilah, bahwa  semuanya sementara, hanya ujian dan fitnah serta tuntutan yang mesti dipertanggung jawabkan. Baik itu amanah diri, harta, anak, pekerjaan dan semua yang kita sangka abadi.  Semuanya akan sirna, kecuali bersanding dengan wujud amalan sebagai bekalan pada Persidangan kelak.[]

Taufik Sentana
Dalam catatan “Bahagia setiap Saat”.

Baca juga: