SUBULUSSALAM – Pada segmen keempat debat publik, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Subulussalam mendapat pertanyaan dari moderator Fandi Hasby, 'mengapa masyarakat harus memilih anda?'

Pasangan nomor urut 5, H. Affan Alfian Bintang SE – Drs. Salmaza MAP atau Bisa mendapat kesempatan pertama menjawab pertanyaan tersebut. Salmaza mengatakan paslon ini akan mewujudkan Subulussalam cerdas, sehat dan sejahtera dalam bentuk nyata. 

“Kami tidak memperkaya diri, kami sahabat semua suku dan kami tidak ingkar janji,” kata Bintang dan Salmaza bergantian membaca closing statement tersebut.

Sementara Anasri-Ustaz Sabaruddin mengatakan, maju dalam Pilkada Subulussalam bukan mencari kekuasaan tapi ingin berbakti di sisa hidup mereka dengan melakukan hal yang terbaik untuk kemajuan daerah ini. Ia menginginkan pelaksanaan Pilkada Subulussalam berlangsung aman dan damai.

Ustaz Sabaruddin menambahkan, 'pemerintahan' Ogek Anas – Ustaz Sabaruddin lima tahun ke depan, sarat dengan nilai-nilai Syariat Islam melibatkan peran ulama secara optimal dalam proses pembangunan.

Sedangkan Jalaluddin mengatakan ingin membangun Kota Subulussalam lebih islami, sejahtera dan meningkatkan disiplin ASN. Sebagai seorang pemimpin, kata Jalaluddin, harus mampu mengayomi masyarakat.

Sartina mengajak masyarakat memilih nomor 2 pada Pilkada 27 Juni mendatang, dan jangan pernah ragukan kempemimpinan dari kalangan perempuan. Karena perempuan juga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Ia bersama wakilnya, Dedi Anwar Bancin akan melayani masyarakat sepenuh hati dan siap menerima kritik dan masukan untuk pembangunan Subulussalam.

Terakhir, Asmauddin mengatakan masyarakat sudah jenuh melihat kepemimpinan dua periode tidak pernah akur antara kepala daerah dan wakil kepala daerah, sehingga melahirkan kalimat 'Pemberi Harapan Palsu (PHP)'. 

Hamas, kata Asmauddin, akan membangun Kota Subulussalam lebih maju lewat 15 program unggulan dan akan tetap akur dan kompak antara kepala daerah dan wakil kepala daerah.[]