BANDA ACEH – Tokoh politik nasional yang juga dikenal sebagai Bapak Reformasi Indonesia, Amien Rais, mengadakan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Senin, 24 Januari 2022, malam. Kedua tokoh tersebut membahas berbagai hal, di antaranya implementasi janji Pemerintah Pusat kepada Aceh.
“Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban,” kata Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun, MPA., dalam siaran persnya, Kamis (27/1).
Amien Rais merupakan politikus senior Indonesia, pendiri Partai Ummat. Ia datang didampingi Jamal Suni selaku Ketua DPW Partai Ummat Aceh.
“Saya menyerap betul bahwa banyak sekali janji-janji dari Jakarta sejak Bung Karno dulu sampai sekarang, yang janji tinggal janji, yang tentu tidak layak. Padahal bisa dipenuhi. Dan juga sebagai daerah modal yang demikian besar, seperti terlupakan,” kata Amien Rais usai pertemuan.
Kepada Wali Nanggroe, Amien mengatakan rakyat Aceh jangan patah semangat. Terus berjuang supaya apa yang telah disepakati atau belum diimplementasikan agar diselesaikan segera.
“Jakarta ke Aceh sekarang hanya dua jam setengah. Kapan-kapan saya akan sowan lagi untuk tukar pikiran, untuk kebaikan kita bersama,” tambah Amien Rais.
Wali Nanggroe Aceh mengapresiasi kunjungan Amien Rais menjumpai dirinya. “Banyak kita berdiskusi terutama kesepakatan MoU Helsinki yang belum diselesaikan oleh Pemerintah Pusat,” ucapnya.
Wali Nanggroe mengatakan Amien Rais berjanji akan membantu agar pusat lebih memerhatikan Aceh. Terutama terkait implementasi MoU Helsinki yang belum diselesaikan.[](ril)




