LHOKSUKON – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Aceh Utara merelokasi ratusan pedagang dari pasar lama ke Pasar Terpadu Kota Lhoksukon, yang berada di Gampong Pante, Kecamatan Lhoksukon, Rabu, 15 November 2017. Terkait belum adanya fasilitas pendukung, seperti listrik dan air, pihak dinas mengaku kekurangan itu akan ditangani pada tahun 2018 mendatang.
“Hari ini sekitar 200an pedagang kita pindahkan ke lapak baru di Pasar Terpadu. Besok ada seratusan lainnya. Perihal pemindahan ini, kita sudah sosialisasikan sejak lama ke pedagang karena pasar lama akan dibongkar, mengingat kondisinya tidak layak lagi,” ujar Mansuri, Kabid Pasar di Disperindag Aceh Utara, saat dihubungi portalsatu.com/, Rabu sore.
Kata Mansuri, proses pemindahan lapak itu dilakukan secara bertahap dibantu pengamanan dari Polsek Lhoksukon (Polres Aceh Utara), Danramil 08 Lhoksukon, dan anggota Sat Pol PP Aceh Utara.
“Sesuai dengan arahan pimpinan, tempat atau lapak di pasar terpadu kita berikan langsung kepada pedagang yang selama ini aktif berjualan di pasar lama. Penyewa lama memang ada yang tidak kita berikan lapak di pasar terpadu, karena sebagian tidak berjualan lagi. Namun apabila penyewa lama berjualan kembali, tetap akan kita berikan. Demikian juga dengan warga lainnya. Terkait nama penyewa lapak baru, itu sudah kita data jauh-jauh hari,” terang Mansuri.
Mengenai ketiadaan listrik dan air bersih, Mansuri membenarkan. “Ya, listrik memang belum ada, tapi kita sudah koordinasikan dengan PT. PLN dan akan segera dialirkan arus. Ini kan secara bertahap, karena meteran arus di pasar lama di pasang ke pasar baru. Mengenai air bersih, sudah kita bicarakan ke Sekda. InshaAllah, akan ditangani pada anggaran 2018. Untuk sementara itu, persoalan air bersih akan tetap kita tangani juga, tidak ada kendala,” kata Mansuri.
Terkait persoalan adanya beberapa bangunan yang retak atau rusak, Mansuri menjelaskan, “Pasar Terpadu itu kan sudah lama dibangun dan tidak ditempati. Kekurangan-kekurangan itu sudah kita laporkan ke pimpinan, baik itu Sekda atau pun Kadis, dan itu akan ditangani pada 2018. Makanya kita sampaikan ke pedagang, pindah dulu ke lokasi baru, nanti kekurangan yang ada akan diperbaiki,” ucap Mansuri.
“Tidak ada keributan dalam pemindahan tadi, karena pedagang pindah dengan sukarela. Biasanya kan jika relokasi selalu ada terjadi kekerasan, tapi hari ini tidak ada, aman terkendali. Pasar Terpadu Lhoksukon merupakan pasarnya Ibu Kota Aceh Utara,” pungkas Mansuri.[]



