JAKARTA – Hitay Holdings, sebagai induk usaha dari Hitay Energy Holdings, sebuah perusahaan Turki yang didirikan di Indonesia sejak 2011 dan bergerak di bidang energi terbarukan (panas bumi), menerbitkan sebuah buku sejarah pertama yang mengkompilasi puluhan naskah otentik menggambarkan detil hubungan diplomatik antara Kesultanan Aceh dengan Turki Utsmani di abad ke-16 hingga ke-19.
Buku ini menjadi sangat unik karena keaslian naskah-naskahnya yang diambil dari arsip eksklusif Utsmani di Turki. Buku yang digagas sejak 2014 dan dihimpun melalui pelacakan yang mendalam atas dokumen-dokumen otentik yang dipimpin oleh para cendikiawan sejarah Turki yang terkenal seperti Prof. Ismail Hakki Goksoy, Mehmet Akif Terzi, Agmet Ergun dan Mehmet Alacagoz, disusun dalam kurun waktu hampir 3 tahun.
Kajian yang dilakukan mencakup hubungan aspek politik, agama dan juga perdagangan antara Kesultanan Aceh dan Turki Utsmani dan dilengkapi dengan puluhan koleksi gambar dan naskah-naskah tua yang belum pernah diterbitkan, dan diterjemahkan ke dalam tiga versi bahasa, yaitu Bahasa Turki (modern), Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Cukup banyak naskah yang sangat detail memberikan kita flash-back akan gambaran seluk beluk hubungan diplomasi antara dua negara bersaudara ini, yang menjadikannya menarik untuk diketahui oleh para peminat sejarah, dan sesuai harapan dari Pimpinan Hitay Holdings, Emin Hitay – yang juga adalah Konsul Kehormatan Indonesia untuk Turki, agar buku ini tidak hanya membawa pembaca pada sebuah sejarah perjalanan persaudaraan antar dua negara, tapi juga mampu mempererat tali persaudaraan melalui hati walaupun dipisahkan oleh jarak.
Buku setebal 600 halaman ini dicetak di Istanbul dan diedarkan sebagai cindera mata ke sejumlah kementerian dan lembaga pemerintahan Indonesia, baik itu di tingkat nasional maupun daerah, terutama di lingkup Pemerintah Aceh, dengan harapan semoga buku ini bisa menjadi sumbangsih kecil dari Hitay sebagai koleksi dalam perpustakaan Aceh, yang menjadi cerminan sejarah dari persahabatan lama dan ekslusif antara Aceh dan Turki.[] (rel)


