BANDA ACEH – Salah satu keluarga korban penembakan di Peunaron, Julianto, mengaku ayahnya–Juman–tidak pernah menerima teror sebelum kejadian Minggu, 5 Maret 2017 dinihari tadi.
“Nggak ada sih kayaknya (teror atau intimidasi-red) karena bapak fokusnya dagang aja,” kata Julianto, saat dijumpai portalsatu.com di RSUZA Banda Aceh, Minggu, 5 Maret 2017.
Dia mengaku saat kejadian sedang dinas malam di salah satu Puskesmas di Aceh Timur. Julianto juga tidak mengetahui kronologis kejadian hingga ayahnya ditembak.
“Kalau kronologis pastinya saya juga tidak tahu, karena lagi tidak di rumah. Jadi saya dibangunkan sama adik, waktu saya lagi piket di UGD. Dibilang bapak kena tembak, itu aja,” kata Julianto.
Menurut Julianto, percobaan pembakaran rumah sekaligus penembakan ini baru pertama kali menimpa keluarganya. Inilah yang membuat keluarga Juman terkejut.
“Nggak nyangka juga kan, karena sebelumnya, belum pernah kayak gitu. Baru ini,” kata Julianto.
Sebelumnya diberitakan, Juman, salah satu pedagang tandan sawit di Peunaron Baru ditembak orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 02.15 WIB. Dia terkena timah panas saat membuka pintu karena melihat ada orang yang menyulut api di teras rumahnya.
Selain Juman, korban lainnya yang ditembak OTK adalah Misno, tetangga Juman. Misno terkena tembakan di perut dan kini dalam kondisi kritis.[]



