JAKARTA – Kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, selama tiga hari selesai kemarin. Dari Jakarta, Raja Salman dan rombongan berencana melanjutkan perjalanan menuju Brunei Darussalam dan Bali.

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, melepas keberangkatan Raja Salman dan rombongan ke Brunei Darussalam. Setelah dari Brunei, Raja Salman menuju Pulau Bali untuk berlibur.

Raja Salman telah melakukan sejumlah agenda selama berada di Indonesia. Hari pertama, yaitu Rabu (1/3) Sang Penjaga Dua Kota Suci melakukan pertemuan bilateral di Istana Bogor. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Arab Saudi menandatangani 11 nota kesepahaman. 

Keesokan harinya, Raja Salman didampingi oleh Presiden Jokowi melaksanakan Salat Tahiyatul Masjid di Masjid Istiqlal. Setelah itu, Raja Salman menuju Istana Merdeka, Jakarta untuk menanam pohon ulin kayu dan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama islam di Indonesia.

Dari kunjungan selama 3 hari Raja Salman, terungkap sejumlah fakta yang bikin geleng-geleng kepala, seperti dilansir merdeka.com, Minggu, 5 Maret 2017:

1. Banyak kirim TKI, RI dikira negara terbelakang

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud jangan disoroti dari berapa besar investasi yang akan ditanamkan Arab Saudi di Indonesia. Wapres JK, sapaan akrabnya, menilai kedatangan Raja Salman telah banyak berdampak positif khususnya memperbaiki citra Indonesia di mata masyarakat Arab Saudi. 

“Setelah rakyat Saudi melihat ternyata Indonesia tidak seperti dibayangkan. Jangan lupa, umumnya orang Saudi itu membayangkan kita itu daerah, negara terbelakang karena yang kesana hanya TKI,” kata Wapres JK usai melepas keberangkatan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

2. Raja Salman kaget gedung tinggi Jakarta lebih banyak dari di Arab Saudi

Wapres JK mengatakan Raja Salman dan rombongan kaget setelah datang ke Jakarta melihat bahwa Indonesia tidak seperti yang dibayangkan. 

“Dilihat kita bahwa ada daerah kumuh. Iya. Tapi gedung-gedung tinggi (di Jakarta) itu lebih banyak disini daripada Riyadh atau Jeddah. Jadi kita ingin mengubah dulu persepsi imagenya bahwa Indonesia ini negara yang maju sehingga jadi jangan ukur semua berapa-berapanya (investasi)” kata JK. 

Wapres JK mengatakan apabila negara lain menilai Indonesia memiliki citra yang baik, maka negara-negara akan datang dengan sendirinya untuk menanamkan investasi di Tanah Air. Apalagi, kata dia, Raja Salman sendiri merasa betah dengan memutuskan tinggal di Indonesia selama sembilan hari. >>> Selanjutnya baca: merdeka.com