BANDA ACEH – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Totok Suprayitno, resmi menutup Festival dan Lomba Seni Nasional (FLS2N) tingkat SMA dan SMK yang berlangsung di Banda Aceh sejak 27 Agustus 2018 lalu.
Acara penutupan tersebut dilaksanakan di pelataran Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Jumat, 31 Agustus 2018, malam. Rangkaian acara penutupan diawali dengan tampilan tarian Aceh Peumulia Jamee (memuliakan tamu) dan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Balitbang Kementerian Pendidikan Totok Suprayitno, mewakil Mendikbud Muhadjir Effendi, Direktur Pembinaan SMA dan Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin, Plt. Gubernur Aceh diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Keistimewaa Aceh M. Jafar, Kepala Kanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno, dalam sambutannya mengapresiasi Aceh sebagai tuan rumah yang telah sukses melaksanakan FLS2N tahun 2018. Menurutnya, selama event FLS2N yang berlangsung di Banda Aceh tidak ada kendala apapun yang dikeluhkan pihak panitia pusat, baik masalah tempat, makanan, maupun mengenai kondisi kesehatan pesertanya.
“Terima kasih Aceh telah menjadi tuan rumah dengan sangat baik, dengan kualitas yang sangat bagus,” ujar Totok.
Terkait ajang FLS2N, dia menyebut bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum tapi juga terkait seni atau olah rasa. “Pendidikan itu mencerdaskan dan seni dapat menjernihkan pikiran, oleh karenanya festival dan lomba seni juga penting,” ungkapnya.
Totok turut memberikan selamat kepada pemenang di ajang FLS2N tahun 2018, serta menyemangati para siswa yang belum berkesempatan untuk memenangkan perlombaan.
“Kepada juara saya ucapkan selamat, kalian adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Yang belum berkesempatan menang, jangan bersedih karena kalian adalah 1000 dari anak-anak Indonesia yang terbaik,” sebutnya.
“Pulanglah dengan kepala tegak, tunjukkan kepada teman-teman kalian bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menfasilitasi kalian di event nasional. Karya seni kalian adalah karya yang tidak tergantikan oleh teknologi apapun,” pungkasnya.[](*)



