TAKENGON – Kabupaten Aceh Tengah diproyeksikan untuk menjadi sentra produksi bawang merah di Provinsi Aceh. Harapan tersebut disampaikan oKepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, A. Hanan di sela-sela panen bawang merah di Kampung Pedemun Kecamatan Lut Tawar, 11 Agustus 2018.
Hanan menyebutkan, konsumsi bawang merah masyarakat Aceh mencapai 333 ton pertahun. Berdasarkan jumlah kebutuhan bawang merah tersebut diperkirakan harus ada lahan untuk bawang merah seluas 4.125 hektare.
“Sebagian besar lahan Aceh Tengah sangat cocok untuk tanaman hortikultura, khususnya bawang merah yang diharapkan menjadi sentra produksi di Aceh,” kata Hanan.
Program bawang merah di Kampung Pedemun tersebut bagian dari kegiatan pengembangan 20 hektare lahan bawang merah di Kabupaten Aceh Tengah.
Menurut Hanan, anggaran sektor pertanian dan perkebunan untuk Aceh Tengah tahun 2018 Rp18,3 miliar yang bersumber dari APBN dan APBA. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pengembangan bawang merah, cabe, kentang jeruk keprok Gayo dan alpukat.
Distanbun Aceh juga fokus untuk peremajaan tanaman kopi, membantu alat dan mesin pertanian serta kegiatan penyuluhan.
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menyebutkan, khusus tanaman bawang merah perlu terus dikembangkan sesuai dengan kelayakan lahan.
“Kualitas bawang yang dihasilkan sangat baik dan ini perlu terus mendapat perhatian untuk dikembangkan,” kata Shabela.
Seiring dengan upaya yang dilakukan Distanbun Aceh, Shabela mengatakan pihaknya juga melakukan hal yang sama. “Pemberdayaan penyuluh, peremajaan tanaman kopi serta pengembangan hortikultura merupakan concern kami di daerah,” ujar Shabela.
Panen bawang merah turut diikuti Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol Inf. Hendry Widodo dan sejumlah pejabat daerah lainnya.[](rel)




