LHOKSEUMAWE – Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kota Lhokseumawe Nazaruddin alias Peutuha Din mengatakan, awalnya ia tidak mengetahui Gedung Kesenian akan dibangun tahun ini. Sebab, sampai saat ini, tidak ada informasi apapun dari pihak dinas kepada DKA setempat.
Namun, kata seniman rapai urouh itu, yang mengusulkan pembangunan gedung tersebut kepada Pemerintah Aceh adalah pihak DKA Lhokseumawe melalui Bidang Kebudayaan saat masih berada di bawah Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) tahun 2016 lalu.
Setahu saya, dana yang akan dikucurkan senilai Rp3,9 miliar, dan itu jauh dari harapan kita, karena yang diusulkan oleh DKA Rp12 miliar. Sebab kebutuhan gedung tidak hanya bangunan saja, tetapi juga kelengkapan lainnya, mulai dari panggung indoor, outdoor sampai sarana pendukung lainnya, ujar Peutuha Din, Sabtu, 20 Mei 2017.
Di sisi lain, Peutuha Din bersama para seniman menyambut baik kabar realiasasi Gedung Kesenian Kota Lhokseumawe tahun ini. Namun, ia berharap bangunan tersebut harus representatatif sebagai sebuah gedung pertunjukan dan wadah berkumpulnya para seniman di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya.
Kalaupun tahun ini belum memadai, harapan besar kita tahun-tahun selanjutnya bantuan serupa terus ada, sehingga dalam hitungan dua atau tiga tahun ke depan Lhokseumawe sudah memiliki Gedung Kesenian seperti Taman Budaya di Banda Aceh, pungkasnya.[]


