LHOKSUKON – Kesadaran masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya dinilai masih kurang. Selain itu, masyarakat yang menjadi saksi mata dalam kasus laka lantas juga enggan memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, didampingi Kasat Lantas, Iptu Sandy Titah Nugraha, melalui Kanit Laka, Ipda Fauzan, kepada portalsatu.com/, Selasa, 21 Agustus 2018.
Fauzan menyebutkan, selama ini apabila terjadi laka lantas yang mengakibatkan korban luka parah atau meninggal dunia, warga di sekitar lokasi kejadian biasanya enggan membantu, baik mengangkat korban ataupun lainnya. Jika pun ada, hanya beberapa warga.
“Setiap ada kecelakaan, khususnya laka berat memang di lokasi kejadian selalu ramai kerumunan warga. Namun, mereka bukan datang untuk membantu, melainkan untuk mengabadikan gambar. Dalam hitungan menit setelah kecelakaan, langsung muncul video atau foto di sosial media, baik Facebook, Instagram, WhatsApp, dan aplikasi medsos lainnya. Parahnya lagi, sering kali video dan gambar yang di-share itu sebenarnya tidak layak karena terlalu tragis dan berdarah-darah. Itu sangat kita sayangkan,” ungkap Fauzan.
Fauzan melanjutkan, “Mungkin maksud dari si pengambil video itu ingin memberi kabar di medsos bahwa ada kecelakaan tragis di lokasi (tertentu). Namun, dia lupa, bagaimana perasaan keluarga, anak-anak, bahkan orang tua korban yang melihat video atau gambar korban bersimbah darah dan tewas. Itu sangat memilukan dan membuat keluarga korban semakin sedih”.
Menurut Fauzan, selama ini pihak Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Utara sudah berupaya melarang warga di lokasi laka lantas mengambil gambar atau video apabila ada korban tewas atau luka berat.
“Kita sudah coba larang warga ambil gambar dan video jika ada korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Namun, tetap saja ada warga yang melakukan itu. Terkadang bukan hanya warga setempat, tapi juga pengguna jalan yang melintas. Saat kita sibuk mengatur lalu lintas dan mengevakuasi korban, pengguna jalan yang melintas malah sibuk ambil video dengan mobil melaju pelan. Bahkan, video itu diambil oleh penumpang yang naik mobil mewah. Di sini jelas, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap korban laka lantas masih sangat kurang,” kata Fauzan.
Fauzan berharap, masyarakat di wilayah hukum Polres Aceh Utara khususnya, lebih peduli dengan sesame. Bukan hanya peduli untuk mengekspos laka lantas.
“Ada dua kendala yang kita temui di lapangan terkait kasus laka lantas. Pertama, minimnya kepedulian masyarakat untuk membantu korban. Kedua, sulitnya saksi saat dimintai keterangan terkait kejadian sebenarnya. Padahal, keterangan yang diberikan warga itu sangat membantu proses penyelidikan. Tidak selamanya pengendara atau pengemudi yang tewas itu korban, bisa saja malah yang tewas itu tersangka atau penyebab kecelakaan terjadi,” ujar Fauzan.
Oleh karena itu, kata Fauzan, pihaknya berharap kesadaran masyarakat untuk membantu korban laka lantas dan memberikan keterangan kepada polisi terkait apa yang dilihat di lokasi. “Kita juga mengimbau kepada masyarakat jangan mengambil video korban laka yang mengenaskan,” katanya.[]




