Puasa Ramadhan wajib hukumnya untuk dikerjakan setiap umat muslim yang sudah memasuki usia baligh, sehat jasmani dan rohani serta sedang tidak melakukan perjalanan atau mushafir. Khusus bagi perempuan ketika hendak menjalani ibadah puasa, ada syarat tambahan yaitu mereka harus suci dari haid dan nifas.

Saat berpuasa, umat muslim harus menahan diri dari lapar dan haus dimulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Oleh karena itu, sahur menjadi sesuatu yang penting untuk dikerjakan meskipun bukan menjadi bagian dari kewajiban saat berpuasa. Karena sumber energi dalam tubuh akan tetap terjaga meskipun kita seharian tidak makan atau minum.

Memulai setiap ibadah baik itu wajib maupun sunah harus diawali dengan membaca niat terlebih dahulu. Termasuk ketika hendak menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana hadihis-sanati lillahi ta’aalaa. Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

Niat atau doa sahur Ramadhan ini dapat dibaca ketika selesai shalat sunah tarawih atau sebelum makan saat sahur sebelum imsak.

Selain mengandung keberkahan, sahur juga memiliki hikmah atau keutamaan di dalamnya. Apalagi jika kita rutin menjalani sunah Nabi ini ketika puasa selama bulan Ramadhan.

Berikut ini keutamaan sahur saat Ramadhan:

1. Sebagai sumber energi

Keutamaan sahur yang pertama yakni sebagai sumber energi. Seperti diketahui, puasa dilakukan sejak tetbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Maka dari itu, makan saat sahur menjadi sangat penting bagi umat Islam.

2. Mendekatkan waktu ibadah

Rasulullah SAW sering sahur saat menjelang imsak atau ketika mendekati waktu shalat Subuh. Hal ini dilakukan supaya kita tidak tidur lagi saat selesai sahur. Sehingga sahur dapat dikatakan sebagai kegiatan yang dapat mendekatkan waktu ibadah.

3. Keberkahan melimpah

Orang yang bangun untuk mengerjakan shalat malam lalu berdoa, setelah itu ia makan sahur maka Allah akan mengirimkan malaikat untuk memberikannya keberkahan.

4. Allah SWT dan malaikat berselawat

Meskipun makan saat sahur hukumnya sunah, namun sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad walaupun hanya makan sesuap nasi dan seteguk air putih. Karena pada saat sahur Allah dan para malaikat akan berselawat. Selawat Allah diberikan kepada mereka yang sahur berupa rahmat dan selawat malaikat yakni permohonan ampun untuk manusia.

5. Pembeda dengan umat terdahulu

Perintah mengerjakan puasa sudah ada jauh sebelum Islam hadir di tengah kehidupan manusia. Sehingga sahur menjadi pembeda puasa antara ahli kitab dengan umat Islam.

Penulis: Putri Ayu Nanda Sari.[]Sumber: suara.com