SIGLI – Kondisi korban sambaran petir, Nurdin Usman (55) warga Gampong Beungga Kecamatan Tangse yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Chik Ditiro Sigli berangsur – angsur membaik. Bahkan berdasarkan keterangan istri korban Ummi Salamah (44) suaminya hanya mengalami syok setelah menyaksikan petir menyambar jambo (pondok) tempat mereka berteduh.

Salamah saat ditemui portalsatu.com/, Kamis malam, 15 Maret 2018 di ruang suaminya dirawat menceritakan korban yang meninggal merupakan cucunya sendiri yang baru pulang dari Takengon dan ingin membantu Nurdin Usman sedang memanen kacang di kebun miliknya yang letaknya masih dalam kawasan gampong Beungga.

Musibah itu terjadi, menurut Salamah berawal Suaminya bersama anak Mujiburrahman dan cucunya Noval  sedang bekerja memanen kacang di kebun. Mereka bertiga tersebut sudah berada di kebun sejak Rabu, 14 Maret 2018 dan nginap di pondok tersebut. Kamis pagi teman anaknya Zulfahmi Ansari menyusul ke kebun untuk ikut membantu memanen kacang.

Pada Kamis siang mereka beristirahat di jambo, saat itu hujan turun sangat deras di kawasan tersebut Nurdin merebahkan diri di atas balai – balai jambo. Sedangkan mereka bertiga memasak mie instan di bawah pondok sambil ngobrol. Saat itulah gemuruh petir yang suaranya sangat keras menyambar mereka. Noval langsung tersungkur ke tanah dengan mulut berbusa dan meninggal di lokasi setelah sempat meminta minum pada yang selamat.

“Dia korban langsung jatuh ke dapur tempat mereka masak mie. Sedangkan tiga lainnya hanya mengalami syok dan terganggu pendengaran akibat suara petir yang sangat keras,” terang Salamah.

Begitu melihat korban tidak bergerak lagi Mujiburahman memanggil ayahnya sambil memberitahukan Noval disambar petir. Melihat kondisi Noval masih bergerak tapi sangat lemah dengan luka bakar dibagian muka, mereka memopong dan membaringkan diatas balai – balai jambo. Namun jiwa Noval tidak bisa diselamatkan, diapun menghembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian.

Setelah dievakuasi warga ke rumah duka, jasad korban langsung dikebumikan. Sementara tiga lainnya yang selamat mengalami syok langsung ditangani Puskesmas setempat. Namun, Nurdin yang sempat pingsan setiba di rumahnya terpaksa dirujuk ke RSU Chik Ditiro Sigli.

Noval Bin Rusli, 25 tahun, dilaporkan meninggal dunia akibat disambar petir di Jambo kacang (pondok) Dusun Mushalla, Gampong Beungga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Kamis, 15 Maret 2018 sekira pukul 14:00 WIB. Sementara Nurdin Usman Usman (55) yang juga berprofesi sebagai petani terpaksa dilarikan ke RSU Sigli akibat sambaran petir.[]