BANDA ACEH – Anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigadir Martono, 35 tahun, ternyata tertembak senjatanya sendiri saat hendak meringkus tersangka pengedar sabu di Lamtaduek, Darul Kamal, Aceh Besar, Senin, 25 Januari 2016. Akibatnya Martono yang juga polisi aktif di Polda Aceh ini menderita luka di bagian paha.
“Saat hendak diborgol, SB (tersangka-red) melawan karena lepas dari tangan petugas. Dia kemudian memegang tangan petugas dan mengarahkannya ke bawah hingga senjata meledak. Dan petugas kita tertembak senjata sendiri,” kata Kepala BNNP Aceh, Armensyah Thay saat menggelar konferensi pers di Kantor BNNP Aceh, Selasa, 26 Januari 2016.
Dalam penangkapan itu, petugas BNNP Aceh berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 4,3 gram beserta alat isap.
Sementara SB yang bergumul dengan Brigadir Martono juga terkena tembakan di kaki kanannya. Namun SB lepas dan masih buron hingga sekarang.
“SB tertembak di kaki kanan dan ia berhasil kabur. Saat ini masih dilakukan pengejaran,” kata Armensyah Thay.
Dalam penangkapan itu, petugas BNNP Aceh juga sempat mengeluarkan beberapa tembakan ke udara. Hal itu dilakukan untuk mencegah warga mendekat ke lokasi. Pasalnya, SB berteriak minta tolong.
Di lokasi kejadian, lanjutnya, ketika itu ada tiga orang. Satu korban, satu orang petugas yang menyamar dan tersangka. Semantara itu, petugas BNN lain berada di belakang saat penangkapan.
“Tim yang lain masih berada di belakang, mereka terlambat datang sekitar 5 menit,” katanya.
Penangkapan itu berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB, Senin, 25, Januari 2016, kemarin. Lokasi penangkapan, berada di perkebunan.
SB dan beberapa teman lainnya saat itu sedang menggelar pesta narkoba. “Teman-teman SB yang lain kabur begitu mengetahui petugas datang. Hingga saat ini (petugas) masih melakukan pengejaran,” kata Armensyah.[](bna)




