LHOKSUKON Sejumlah gampông di Kecamatan Matangkuli dan Tanah Luas, Aceh Utara direndam banjir sejak subuh tadi, Selasa, 28 Maret 2017. Banjir terjadi akibat meluapnya air sungai Krueng Keuretoe yang diperparah dengan hujan lebat di kawasan pegunungan Bener Meriah.
Selain merendam ratusan rumah, banjir juga merendam beberapa hektar sawah. Luapan air sungai itu juga ikut merendam sejumlah ruas jalan lintas gampông, seperti halnya yang terjadi di Gampông Hagu.
Di Kecamatan Tanah Luas ada tiga gampông yang terendam, yaitu Serba Jaman Baroe, Tanjong Masjid dan Gampông Blang. Namun sejak siang tadi ketinggian air mulai surut, hanya tersisa sekitar 30 centi meter saja, ujar Kapolsek Tanah Luas, Ipda Yussyah Riandi, yang ditemui portalsatu.com, Selasa siang, di sela-sela kegiatannya memantau lokasi banjir.
Secara terpisah, Azhar, anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang juga anggota Koramil Matangkuli, menyebutkan, ada sekitar 10 gampông yang terendam di Matangkuli. Masing masing, sebagian Gampông Parang Siekureung, Alue Thoe, Hagu, Teupok Barat, Siren, Ceubrek Pirak, Lawang, Teungoh Seulemak, Tanjong Teungku Kari dan Alue Euntok.
Dari hasil pantauan RAPI sejak pagi tadi, banjir juga merendam areal persawahan di Gampông Lawang, Cebrek Pirak, Siren dan Alue Thoe. Rata-rata kondisi padi siap panen, jelasnya.
Sementara itu, M Nasir, Geuchik Gampông Hagu, Matangkuli yang ditemui di lokasi menyebutkan, hampir 80 persen rumah warga terendam. Namun sejauh ini belum ada warga yang mengungsi.
Ada sekitar 60 rumah yang terendam. Hingga saat ini belum ada yang mengungsi, kecuali ketinggian air bertambah nanti malam. Untuk bantuan belum ada, biasanya jika banjir bertahan dua atau tiga hari, barulah ada bantuan. Biasanya begitu, ucapnya.
Kata M Nasir, ada beberapa faktor yang menyebabkan banjir di kawasan tersebut. Banjir kali ini bisa dikatakan akibat curah hujan tinggi di gunung, makanya air sungai meluap. Belum dilakukannya normalisasi sungai jadi salah satu penyebab banjir. Jika berbicara soal tanggul, sejak jaman dulu kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Matangkuli memang hanya memiliki tanggul sebelah, sedangkan sebelah lagi tidak ada, terang M Nasir.
Camat Lhoksukon, Saifuddin, mengatakan, di Lhoksukon hanya ada satu gampông yang terendam banjir, yaitu Gampông Meunasah Krueng, Kemukiman Lhoksukon Teungoh.
Banjir terjadi akibat air sungai meluap, mengingat bibir tanggul di gampong itu rendah. Jika tidak turun hujan, banjir akan segera surut, katanya.[]




