AKADEMI Swedia mengumumkan penundaan pemberian Nobel Sastra tahun ini, tetapi berharap untuk bisa melanjutkannya tahun depan.
Akademi Swedia yang bertugas memilih pemenang penghargaan Nobel Sastra mengumumkan tidak akan memberikan penghargaan 2018 karena adanya tuduhan pelecehan seks yang menggemparkan anggota Akademi.
“Kami merasa membutuhkan waktu untuk memulihkan kepercayaan publik sebelum pemenang berikutnya dapat diumumkan,” ujar Anders Olsson, sekretaris tetap Akademi.
Ia mengatakan, keputusan Akademi tersebut adalah “untuk menghormati para pemenang Nobel Sastra di masa lalu dan masa depan, Yayasan Nobel dan publik.”
Ini adalah yang pertama kalinya sejak masa perang 1943 dimana penghargaan bergengsi ini tidak diserahkan bagi pemenang.
Masalah internal Akademi Swedia dipicu oleh skandal pelecehan seks yang dikaitkan dengan Jean-Claude Arnault, tokoh budaya penting di Swedia, yang juga suami penyair Katarina Frostenson, seorang anggota akademi.
Akademi kemudian mengakui bahwa “perilaku yang tidak dapat diterima dalam bentuk keintiman yang tidak diinginkan” telah terjadi di jajarannya.
Tetapi cara Akademi menangani tuduhan tersebut telah merusak kredibilitas badan dan memaksa pemimpin perempuan pertamanya untuk mengundurkan diri.
Sebelumnya diberitakan, Dikritik Atas Skandal Internal, Kepala Panel Juri Nobel Mengundurkan Diri
Kepala (Permanent Secretary) Swedish Academy, yang merupakan lembaga Panel Juri Penghargaan Nobel untuk Literatur, mengundurkan diri pada Kamis, 12 April 2018.
Sara Danius mengundurkan diri menyusul derasnya kritik yang diutarakan oleh berbagai pihak terhadap cara perempuan itu menangani dugaan skandal di internal lembaga. Demikian seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (14/4/2018).
Sara Danius mengumumkan keputusannya usai pertemuan selama 3 jam dengan 18 anggota tetap Swedish Academy di Stockholm kemarin.
“Telah menjadi harapan Swedish Academy agar saya menanggalkan jabatan saya sebagai Permanent Secretary,” kata perempuan 56 tahun pakar sejarah literatur itu.
Danius juga mengatakan, pengunduran diri itu dilakukan usai ia gagal memberikan sanggahan kepada para anggota tetap terkait buruknya penanganan atas dugaan skandal seksual yang tengah menjerat Jean-Claude Arnault.
Arnault merupakan suami dari salah satu anggota Swedish Academy, Katarina Frostenson.
Seperti dikutip dari BBC, 18 perempuan mengklaim telah menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Jean-Claude Arnault. Kabar klaim itu pertama kali diberitakan oleh surat kabar Swedia, Dagens Nyheter.
Pengakuan itu terinspirasi dari kampanye gerakan hashtag #MeToo di dunia maya pada November 2017 — yang mendorong korban pelecehan seksual untuk menyuarakan klaim pengalaman buruk mereka beserta terduga pelakunya.
Menyusul klaim 18 perempuan itu, Swedish Academy mengadakan voting untuk mendepak Katarina Frostenson dari keanggotaan. Tujuannya, demi membebaskan lembaga panel juri Nobel tersebut dari terpaan skandal.
Akan tetapi, usai voting, tiga anggota Swedish Academy menyuarakan protes terpisah, menolak keputusan pemungutan suara.
Bentuk protes yang dilakukan oleh Klas Ostergren, Kjell Espmark, dan Peter Englund adalah dengan mendeklarasikan diri sebagai anggota pasif dan menolak untuk beraktivitas di internal Swedish Academy.
Di sisi lain, Dewan Nobel segera memutus hubungan dan pendanaan terhadap Jean-Claude Arnault, yang diketahui memiliki kelab budaya di Stockholm. Kelab itu dikabarkan menerima aliran dana dari berbagai lembaga, salah satunya Dewan Nobel.[]Sumber:liputan6







