Senin, Juli 15, 2024

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...

Kadispora Lhokseumawe Apresiasi Pejuang...

LHOKSEUMAWE - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Aceh di Aceh Timur...
BerandaNewsIni Persentase Sekolah...

Ini Persentase Sekolah Berakreditasi A, Guru Lulus PPG, dan Lulusan Vokasional Bersertifikasi di Aceh

BANDA ACEH – Capaian persentase sekolah berakreditasi A di jenjang SD, SMP dan SMA, guru lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk jenjang SD sampai SMA dan SMK, serta lulusan vokasional yang bersertifikasi, belum sesuai target yang ditetapkan Pemerintah Aceh. Realisasi sampai tahun 2020 masih berstatus “merah”, sehingga perlu kerja keras untuk mencapainya agar sesuai target pada akhir masa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2017-2022.

Hal itu disebutkan dalam Laporan Evaluasi Pelaksanaan Empat Tahun RPJMA 2017-2022 Tahun Pelaksanaan 2017-2020, yang dikeluarkan Pemerintah Aceh pada Oktober 2021. Laporan evaluasi itu diperoleh portalsatu.com beberapa hari lalu.

Baca juga: Hasil Evaluasi Misi 1, Capaian Program Ini Jauh dari Target Akhir RPJMA 2017-2022

Hasil evaluasi tujuan, sasaran, dan program terkait Misi 4: Membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional dan regional

Untuk mewujudkan visi Pemerintah Aceh melalui misi 4 itu, telah ditetapkan dua tujuan yaitu meningkatkan kualitas SDM Aceh yang memiliki daya saing, dan meningkatkan prestasi olahraga dan kepemudaan di tingkat nasional dan regional.

Tujuan meningkatkan kualitas SDM Aceh yang memiliki daya saing, mempunyai 4 sasaran dengan 25 indikator. Terdapat satu indikator (4%) telah tercapai yaitu angka partisipasi kasar di tingkat sekolah dasar. Sebanyak 16 indikator (67,2%) diyakini akan dapat dicapai pada akhir masa RPJMA (2022), dan 8 indikator (32%) diberi tanda merah sehingga memerlukan kerja keras untuk mencapainya.

Indikator yang butuh kerja keras untuk mencapainya adalah persentase sekolah berakreditasi A di jenjang SD, SMP dan SMA, persentase guru yang lulus PPG untuk jenjang SD sampai SMA dan SMK, serta persentase lulusan vokasional yang bersertifikasi.

Data dalam laporan evaluasi menunjukkan bahwa sasaran meningkatnya kualitas pendidikan dengan indikator persentase sekolah berakreditasi A di jenjang SD, SMP, dan SMA, capaiannya masih berstatus merah, sedangkan pada jenjang SMK diberi tanda warna kuning.

Persentase sekolah berakreditasi A jenjang SD, SMP, dan SMA, kondisi kinerja di awal RPJMA (2017) masing-masing sebesar 19,5%, 20,9% dan 35,6%, capaian 2020 masing-masing sebesar 27,26%, 18,64% dan 35,81%, dan target pada tahun akhir perencanaan (2022) masing-masing sebesar 70,90%, 70,20% dan 63,10%. Sedangkan jenjang SMK, kondisi di 2017 sebesar 11,7%, capaian 2020 sebesar 18,39%, dan target pada masa akhir RPJMA sebesar 21,5%.

Lihat pula: Hasil Evaluasi RPJMA: Indeks Pembangunan Syariat Islam Masih ‘Merah’

Hasil evaluasi sasaran meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan kependidikan dengan indikator persentase guru yang lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG), capaiannya juga masih merah. Untuk jenjang SD dan SMP, capaian pada 2020 tidak ada data, target pada tahun akhir perencanaan (2022) masing-masing sebesar 83,60% dan 84,90%.

Guru lulus PPG di jenjang SMA dan SMK, capaian tahun 2020 masing-masing sebesar 18% dan 20%, jauh dari target pada tahun akhir perencanaan (2022) masing-masing sebesar 87,50% dan 78,30%.

Sasaran meningkatnya kualitas pendidikan vokasional dengan indikator persentase lulusan vokasional yang bersertifikasi, kondisi di awal RPJMA (2017) sebesar 15%, capaian 2019 sebesar 45%, dan 2020 sebesar 1,30%, jauh dari target pada tahun akhir perencanaan (2022) sebesar 95%.

Sementara itu, program pendidikan luar biasa dengan indikator meningkatnya angka melek huruf usia 15 – 24 tahun, capaiannya juga masih diberi tanda merah. Pasalnya, kondisi kinerja di awal RPJMA (2017) sebesar 97%, capaian 2019 sebesar 44%, 2020 tidak ada data, dan target pada tahun akhir perencanaan (2022) sebesar 97,5%.

Hasil evaluasi terhadap program manajemen pelayanan pendidikan dengan indikator persentase koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan, capaian 2020 sebesar 90 peresen, dan target pada tahun akhir perencanaan (2022) sebesar 100%.

Program lainnya yang membutuhkan kerja keras agar targetnya dapat dicapai adalah pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan dengan indikator peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan.

Baca juga: Persentase Pemberdayaan Korban Konflik Belum Capai Target

[](nsy)

Baca juga: