IDI RAYEK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus berupaya menyelesaikan konflik gajah dengan masyarakat di wilayah ini. Melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Pemkab Aceh Timur menggandeng sejumlah instansi dan lembaga untuk berupaya mengiring gajah-gajah liar di sana.
Bermacam laporan mengenai aksi gajah yang telah kita terima. Seperti didalam beberpa hari ini aksi gajah yang kembali mengangu warga di Pedalaman Kecamatan Indra makmur. Kita pemerintah semampu mungkin akan mengupayakan membantu menyelesaikan permasalahan itu meskipun tidak begitu optimal, kami bersama sejumlah lembaga pemerhati lingkungan dan instansi lain meminimalisir aksi aksi gajah yang kerap menggangun warga selama ini, ujar Kadis Bunhut, Iskandar, SH kepada portalsatu.com, Sabtu 8 Oktober 2016.
Iskandar mengatakan, pemerintah Aceh Timur selama sepekan kedepan terhitung dari tanggal 8 sampai 15 Oktober 2016 akan menelusuri lokasi yang kerap terjadi gangguan hewan bertenaga turbo itu, dengan mengadingkan beberapa lembaga dintaranya turut dilibatkan Tim dari BKSDA Aceh, FKL, dan tim dari CRU Serba Jadi.
Tim gabungan ini telah berada di Aceh Timur siang ini. Kami bersama mereka nanti akan menelusuri lokasi- lokasi yang potensi gangguannya kuat dengan membawa 5 ekor gajah jinak untuk mengiring gajah- gajah liar. Mudah-mudahan upaya ini mampu meminimalisir aksi gajah liar,tandas Iskandar seraya berharap perusahan perekebunan yang beroperasi di hutan Aceh Timur segera membangun barier gajah.
Selain itu Iskandar meminta warga yang berlokasi dekat dengan gangguan gajah untuk berhati hati, hal ini pentinguntuk menghidari hal yang fatal terjadi dari aksi gajah. Kita meminta warga tetap bersabar dan menghindari tempat- tempat yang bahaya. Tentu Kita juga tidak mengingkan ada yang dirugikan baik harta dan nyawa, pungkas Iskandar.[]


