LHOKSUKON – Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Tanah Jambo Aye memboyong Khairil Anwar, 14 tahun, warga Gampong Tanjong Glumpang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) untuk mendapat pengobatan karena sakitnya kian parah, Selasa 23 Agustus 2016. Remaja berkulit hitam legam itu menderita sakit saraf yang mengakibatkan tubuhnya kurus kering karena sulit menelan makanan.

Sejak diberitakan portalsatu.com pada 21 Mei 2016 lalu, tidak ada satu pun bantuan mengalir untuk remaja yang kini putus sekolah tersebut, khususnya dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. (Baca: Derita Khairil Anwar di Daerah Kaya)

“Anak saya sakit saat sedang menuntut ilmu di SMP Swasta Dayah Darul Mutaalimin, Gampong Matang Pantang, Kecamatan Baktiya Barat. Pada 2014 lalu, tiba-tiba ia sakit yang membuat kedua tangannya tidak bisa menulis lagi karena gemetaran. Setelah saya bawa ke dokter, katanya terkena gangguan saraf. Sejak saat itu anak saya tidak sekolah lagi,” kata Syamsiah Yusuf, 43 tahun, ibu kandung Khairil Anwar, Rabu, 24 Agustus 2016.

Terkait adanya bantuan dari IPSM, Syamsiah sangat berterima kasih. “Alhamdulillah akhirnya ada yang terbuka mata hati dan peduli dengan kondisi anak saya. Ia benar-benar butuh perawatan media, sudah tidak bisa berjalan dan bicara. Ia juga kesulitan menelan makanan, makanya menjadi sangat kurus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Tanah Jambo Aye, Akmal Daud mengatakan, pihaknya berinisiatif membawa Khairil Anwar ke RSUCM karena kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kami berencana membawanya ke Banda Aceh, namun untuk itu kami bawa ke RSUCM dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Seluruh biaya perawatan remaja itu kami tanggung. Namun alangkah baiknya pemerintah juga dapat memperhatikan kondisi remaja tersebut. Ditambah lagi ia berasal dari keluarga miskin yang ayahnya sudah meninggal belasan tahun silam,” kata Akmal.[](bna)