BLANGKEJEREN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues mengaku prihatin dengan kondisi jalan lintas Provinsi di Desa Ketukah, Kecamatan Blangjeranggo, yang tak kunjung diperbaiki pascabanjir dan tanah longsor.
Keadaan itu sangat menyulitkan warga setempat untuk mengantar anaknya ke sekolah SD, SMP maupun ke pasar yang berada di seberang jalan amblas sepanjang 200 meter tersebut.
“Warga Dusun Sunel, Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerango mengadu kepada kami selaku anggota dewan Dapil 2. Sudah dua bulan setengah pascabanjir, jalan lintas provinsi itu tak ada tanda-tanda akan diperbaiki,” kata H. Ibnu Hasim,Anggota DPRK Gayo Lues, Senin malam, 9 Februari 2026.
Untuk memudahkan anak-anak pergi ke sekolah, warga setempat terpaksa bergotong royong membuat jalan darurat di pinggir gunung. Sementara Pemerintah Aceh maupun Pemda Gayo Lues tampak belum ada inisiatif melakukan perbaikan.
“Sepertinya antara benang bawah dan benang atas perlu disambung, sehinggaa jalan lintas provinsi di daerah Ketukah yang hanyut sepanjang 200 meter itu bisa segera diperbaiki oleh pihak provinsi,” ujarnya.
Jika memang pihak provinsi mengabaikan tanggung jawabnya, mantan Bupati Gayo Lues dua periode itu meminta kepada BPBD Gayo Lues mengambil langkah melakukan perbaikan. “Karena jalan itu sangat dibutuhkan warga menjelang memasuki bulan puasa ini”.[]



