SINGKIL – Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), H Muzakir Manaf menegaskan, bahwa sangat banyak hal yang perlu dibenahi di Aceh. Diantaranya penyediaan lapangan kerja guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Tantangan pemerintahan ke depan sangat berat, namun kita tidak boleh pesimis. Dengan dukungan dari semua pihak, saya bersama pasangan saya TA Khalid, akan berusaha sekuat tenaga mencari formula terbaik untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh, salah satunya tentu saja dengan mengundang sejumlah investor ke Aceh,” kata pria yang akrab disapa Mualem itu, dalam orasi politiknya saat meresmikan Posko Pemenangan Adek Kakak Mualem (AKM) Kabupaten Aceh Singkil, Kamis, 8 September 2016.

Sebagaimana diketahui, pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh itu selalu gencar mempromosikan Aceh kepada sejumlah investor, baik dalam maupun luar negeri. Beberapa waktu lalu, belasan investor asal Tiongkok yang tergabung dalam Asosiasi Investor Tiongkok juga telah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di Aceh.

“Kendala yang kita hadapi saat ini adalah sarana dan prasarana yang belum mendukung, diantaranya adalah permasalahan listrik. Tidak adanya jaminan ketersediaan listrik yang memadai membuat beberapa investor yang sangat tertarik berinvestasi di Aceh membatalkan rencananya,” kata Mualem.

Selain itu, Mualem juga berkomitmen untuk segera menyelesaikan 14 ruas jalan yang nantinya akan menghubungkan seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Dia juga mewacanakan membuka sejumlah ruas jalan baru di daerah ini.

“Ketersediaan jalan yang memadai akan mempermudah dan mempercepat proses pengangkutan hasil laut maupun hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Salah satu ruas baru yang akan kita buka adalah jalan Gelombang Situlen yang akan terhubung ke Aceh Tenggara, sepanjang 100 Kilometer plus jembatan,” kata Mualem.

Muzakir Manaf menambahkan, jika nantinya jalan tersebut selesai, maka jarak tempuh Singkil-Aceh Tenggara hanya membutuhkan waktu dua jam.

“Hal ini tentu saja akan mempercepat arus ekonomi di kedua daerah ini. Hasil kelautan Singkil akan dengan cepat terdistribusi ke Aceh Tenggara, begitu pula sebaliknya, hasil pertanian di Aceh Tenggara akan cepat dipasarkan di Singkil.”

Awalnya rencana pembangunan jalan ini dilaksanakan pada 2016. Namun hal itu terhalang karena berada di wilayah hutan. Mualem mengaku akan memperjuangkan pembangunan jalan tembus ini jika terpilih nantinya menjabat sebagai Gubernur Aceh. Hal ini disebabkan jalan tembus tersebut akan membuka sumber dan potensi ekonomi di Aceh Singkil dan Aceh Tenggara. 

Dalam orasi politiknya, Mualem juga berjanji untuk memperjuangkan dana otonomi khusus yang tidak hanya terbatas hingga 2027 saja. Dia juga bakal berkomitmen untuk memperjuangkan aturan turunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh, yang hingga saat ini belum diselesaikan oleh pemerintah pusat.

“Dengan dukungan dari seluruh rakyat Aceh, kami yakin mampu menyelesaikan beberapa permasalahan tersebut dan membawa Aceh ke arah yang lebih baik di masa mendatang.”

Di sisi lain, pria yang pernah menjadi Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini juga mengajak para ulama untuk membangun negeri bersama umara. Menurut Mualem, bersatunya ulama dan umara akan membuat pembangunan berjalan lebih baik dan berkah.

Sementara itu, Ketua Partai Amanat Nasional Yulihardin, dalam orasinya menyatakan sangat mendukung penuh pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid sebagai Calon Gubernur dan Waki Gubernur Aceh periode 2017-2022 mendatang.

“Dukungan PAN didasarkan pada besarnya komitmen Partai Aceh untuk menjaga dan mengamalkan butir-butir MoU Helsinki dan UUPA, yang merupakan bentuk dari keistimewaan Aceh jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Selain itu, PA sudah membuka diri dengan meminang calon dari partai lain. Ini membuktikan bahwa Partai Aceh adalah partai yang terbuka,” kata Yulihardin.[](bna)