BANDA ACEH – Jelang puncak haji Arafah Muzdalifah dan Mina (Armina), jemaah haji Aceh terus memfokuskan diri beribadah di Masjidil Haram, Mekah. Salah satunya tawaf sunat dan i'tikaf, sebagian jemaah juga beraktivitas di pemondokan dengan berzikir dan baca Alquran.
Informasi itu disampaikan Ketua PPIH Embarkasi Aceh Drs. H.M. Daud Pakeh, melalui Koordinator Keprotokolan Humas dan Penerangan PPPIH Embarkasi Aceh, H. Rusli, Lc. M.Si., di Banda Aceh, setelah menerima informasi dari petugas Kloter di Arab Saudi, Jumat, 17 Agustus 2018.
“Saat ini jemaah lebih fokus beribadah di Masjidil Haram, seperti i'tikaf dan tawaf sunat, sebagian ada juga yang di pemondokan,” ujar Rusli, dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Jumat, 17 Agustus 2018, malam.
Rusli menjelaskan, bahwa kondisi umumnya jemaah haji Aceh dalam keadaan sehat, hanya ada beberapa jemaah yang masih dirawat inap di KKHI. Namun kondisinya semakin membaik dan akan kembali ke hotel bersama jemaah lainnya.
“Rata-rata pasien yang dirujuk ke KKHI karena terkena ISPA, hipertensi, DM dan headache dan beberapa penyebab lainnya.
Tidak perlu khawatir, lanjut Rusli, insya Allah dapat ditangani oleh tim Medis kloter, ada sekitar 11 jemaah haji Aceh yang kini di rujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Madinah. Pihaknya mendoakan semoga mereka segera diberikan kesembuhan, dan dapat melaksanakan aktivitas ibadah kembali seperti biasanya.
Selain itu, para petugas kloter bersama ketua rombongan juga melakukan serangkaian kegiatan seperti survei tempat atau tenda di Arafah dan Mina bersama petugas maktab. Rusli menambahkan, juga mengkoordinir kegiatan bimbingan manasik di pemondokan dan pengaturan jadwal keberangkatan jemaah haji ke Arafah.
“Para petugas telah mengecek tenda yang akan ditempatkan oleh jemaah, sehingga memudahkan saat hari “H” nantinya. Petugas juga sedang melakukan bimbingan manasik untuk jamaah di pemondokan,” ujar Rusli.
Sementara itu, mengenai korban kecelakaan beberapa waktu lalu, jemaah yang bernama Fardinalsyah Djafar Nyakda (49) sudah kembali ke hotel dan dalam keadaan baik, sedangkan Ismid Muhammad Sudin (57) kondisinya juga terus membaik, meski masih dalam perawatan di Rumah Sakit An-Nur Mekkah, pasca operasi.
“Alhamdulillah, Pak Fardinalsyah sudah kembali ke Hotel, dan Pak Ismid juga sudah membaik tapi sekarang masih di Rumah Sakit. Mudah-mudahan cepat sehat kembali,” kata Rusli, berdasarkan laporan dari Petugas Kloter BTJ 05.
Rusli menambahkan, tim kesehatan kloter juga terus memantau kondisi jemaah tersebut, dengan melakukan vitasi ke kamarnya yang memiliki risiko tinggi.
“Menjelang wukuf di Arafah, para petugas medis juga terus memantau kondisi kesehatan para jemaah risiko tinggi,” ungkap Rusli.[]




