LHOKSEUMAWE – Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara menggelar aksi galang koin di Tugu Rencong, Simpang Kuta Blang, Lhokseumawe, Senin, 4 November 2019. Aksi itu sebagai solidaritas HMI menuntut keadilan bagi Mursidah (35), warga miskin Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, yang dituntut 10 bulan penjara terkait perkara dugaan perusakan dilatarbelakangi persoalan gas elpiji 3 kg.

Mahasiswa itu berorasi secara bergantian di Tugu Rencong sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka juga menunjukkan sejumlah poster “Vonis bebas Mursidah”, “Jangan biarkan keadilan dibeli dan kebenaran dicuri”, “Rakyat kecil bukan tempat praktek bagi pelaku hukum, rakyat adalah raja”.

Ketua Umum HMI Lhokseumawe, M. Atar, mengatakan, pihaknya meminta majelis hakim memberikan putusan seadil-adilnya kepada Mursidah dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, yang dijadwalkan digelar, Selasa, 5 November 2019.

“Ibu Mursidah dengan keberaniannya sudah membuka praktek kecurangan oknum pangkalan gas elpiji 3 Kg. Kita semua harus berterima kasih kepada beliau. Maka kita berharap kepada majelis hakim dengan sikap arifnya bisa menghadirkan rasa keadilan untuk Ibu Mursidah dengan putusan bebas,” kata Atar kepada portalsatu.com/.

Atar menyebutkan, pihaknya juga sudah menyambangi rumah Mursidah untuk melihat bagaimana kondisi kehidupannya. Ternyata, kata dia, Mursidah warga miskin. Suaminya meninggal dunia beberapa pekan lalu, sehingga sekarang Mursidah tinggal di rumah bersama tiga anaknya yang masih kecil.

“Mursidah menjadi tulang punggung untuk menafkahi ketiga anaknya itu. Jika ibu dari tiga anak ini dihukum maka siapa yang mengurus anak-anak tersebut? Oleh karena itu, kita sangat berharap Mursidah dibebaskan dari tuntutan hukuman, karena 10 bulan itu hukuman yang sangat berat bagi beliau,” ungkap Atar.

Atar menambahkan, mahasiswa akan mendamping Mursidah saat sidang pembacaan putusan hakim di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, besok (Selasa).

Sementara itu, usai salat Zuhur, massa HMI melanjutkan aksi galang koin di Taman Riyadah, Lhokseumawe, sebagai bentuk dukungan solidaritas kepada Mursidah.[]