Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaKadis LHK Ingin...

Kadis LHK Ingin Gajah di Tangga Besi Dievakuasi, Jangan Diusir

SUBULUSSALAM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kota Subulussalam, Syafrianda, S.Hut, MM, mengatakan penanganan kawanan gajah liar di lokasi perkebunan warga, di Kampung Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, sebaiknya dengan cara evakuasi atau tembak bius.

“Saya sarankan kalau bisa tembak bius saja. Karena kalau diusir akan merusak kebun warga yang lainnya,” kata Safrianda kepada portalsatu.com, usai menggelar pertemuan dengan anggota BKSDA Aceh, di Kantor DPRK Subulussalam, Jumat, 31 Maret 2017.

Dia mengatakan jika kawanan gajah liar berhasil dievakuasi, nantinya akan dirawat. Apalagi, kata dia, Kota Subulussalam akan membangun Conservation Response Unit (CRU) di kawasan Tahura di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan.

“Kalau dievakuasi nanti, gajah sama kita, ditempatkan di kawasan Tahura di sana kita mau bangun CRU,” katanya.

Namun, permintaan itu belum dapat dipenuhi oleh BKSDA Aceh. Mereka akan menyurati Dirjen BKSDA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia untuk meminta persetujuan terkait penanganan gajah dengan cara tembak bius.

“Belum, tunggu balasan surat dari kementerian dulu, anggota BKSDA Aceh sudah tiba di Subulussalam, cuma saya minta jangan diusir, karena nanti datang lagi, kebun warga rusak lagi. Lebih baik evakuasi saja,” kata Syafrianda.

Sebelumnya dilaporkan, masyarakat Tangga Besi mengeluh setelah puluhan hektare kebun sawit, rusak diamuk kawanan gajah liar. Diperkirakan gajah liar tersebut berjumlah dua ekor.

Saat ini hewan dilindungi itu masih berada dalam kebun masyarakat. Warga berharap pihak BKSDA segera turun ke lapangan melakukan evakuasi atau mengusir kawanan gajah liar tersebut.[]

Baca juga: