SUBULUSSALAM — Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan (Disbunkan) Kota Subulussalam, Suheri, meninjau kebun jagung warga di sejumlah titik di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Rabu, 28 Februari 2018.
Didampingi beberapa penyuluh pertanian, Suheri meninjau area perkebunan jagung di Desa Lae Mate untuk melihat langsung kondisi pertumbuhan tanaman jagung milik petani. Di lokasi tersebut, tanaman jagung petani terlihat sangat subur.
Para petani tampak berbincang-bincang dengan Suheri dan penyuluh di tengah ladang tersebut.
Petani jagung, Baihaki, 50 tahun, mengatakan, ia bersama sejumlah petani lainnya sedang termotivasi berkebun tanaman jagung. Hal ini didukung tekstur tanah bekas gambut membuat tanaman jagung tumbuh subur.
Di areal tersebut tanaman kelapa sawit kurang cocok. Kondisi ini dapat dilihat dari kebun warga yang telah mengalihfungsikan lahan pertanian ke kebun sawit. Akibatnya, batang sawit bengkok tidak dapat berdiri tegak lurus karena kondisi tanah yang gembur.
Usai berbincang dengan petani, Suheri bersama sejumlah penyuluh selanjutnya bertolak ke Kampong Panglima Sahman melihat areal perkebunan seluas 50 hektare yang dikelola 35 kepala keluarga (KK) dari Kelompok Tani Tua Muda dengan pola Tumpang Sari.
Lahan tersebut dikelola sepenuhnya oleh masyarakat Panglima Sahman dengan memanfaatkan ladang berisi tanaman sawit yang masih muda, serta tanaman jagung dan kedelai.
“Yang sudah tertanam sekitar 35 hektare, sisanya belum karena kehabisan bibit jagung dan kedelai. Mudah-mudahan ada lagi bantuan dari dinas,” kata Ketua Kelompok Tani Tua Muda di hadapan Suheri dan penyuluh, serta Babinsa Hendrik Saragih.
Suheri mengatakan, Pemerintah Kota Subulussalam sedang menggalakkan program tanam jagung untuk meningkatkan swasembada pangan dan mendorong peningkatan ekonomi petani.
“Dari dinas akan menyiapkan bantuan bibit dan pupuk,” kata Suheri.[] (*sar)




