ACEH UTARA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar, S.T., mengatakan untuk membangun kembali jembatan penghubung Kecamatan Meurah Mulia dengan Geureudong Pase, setelah ambruk akibat banjir tahun 2020 lalu, butuh anggaran Rp20 miliar lebih.

“Kita sudah pernah usulkan ke kabupaten (Pemkab), namun tidak tertampung. Ke sumber dana APBA juga pernah kita usulkan, juga tidak tertampung,” kata Edi Anwar saat ditemui wartawan, Selasa, 28 Februari 2023.

Edi Anwar menjelaskan saat ini ada ketentuan baru yakni Inpres (Instruksi Presiden) bahwa melalui APBN bisa mengelola pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk kabupaten. “Maka dalam hal ini mungkin berkesempatan pada tahun 2024 nanti akan kita usulkan jembatan tersebut, supaya dinaikkan ke dalam dana Inpres. Semua dokumen yang dibutuhkan akan kita persiapkan, mudah-mudahan dapat ditampung,” ujarnya.

Edi Anwar mengimbau kepada masyarakat Kecamatan Tanah Luas dan Meurah Mulia supaya bersabar terkait belum dibangunnya jembatan akses ke Geureudong Pase. Sebab, butuh anggaran untuk pembangunan infrastruktur tersebut, dan PUPR Aceh Utara akan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat.

“Usulan dana yang diajukan sekitar Rp22 miliar untuk pembangunan jembatan tersebut. Kalau sumber dana APBK itu tidak mungkin, karena tidak tersedia anggaran untuk itu. Sedangkan dana Otonomi Khusus juga tidak mampu, karena dana Otsus Aceh sudah berkurang sesuai peraturan berlaku. Tinggal satu persen dari pagu
Dana Alokasi Umum (DAU) nasional, dan dibagi kepada 23 kabupaten/kota, sehingga sangat minim anggarannya,” ungkap Anwar.

Menurut Anwar, jika sudah ada anggaran maka akan dibangun kembali jembatan rangka baja untuk memudahkan masyarakat dalam berbagai aktivitas. Sebelumnya, kata dia, jembatan bailey itu ambruk dan dibongkar untuk dibawa ke Kantor Dinas PUPR, sebagiannya lagi dipergunakan di jembatan salah satu gampong dalam Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, karena konstruksi jembatan lama sudah melengkung sehingga dimanfaatkan rangka baja tersebut untuk perbaikan jembatan di Baktiya.

“Intinya, kita terus berupaya untuk membangun kembali jembatan penghubung antara Kecamatan Meurah Mulia-Geureudong Pase tersebut. Tapi kita berharap masyarakat agar bersabar, karena butuh proses sesuai dengan anggaran yang tersedia nantinya,” ujar Edi Anwar.

Baca juga: DPRK Aceh Utara Minta Pemkab Cari Solusi Bangun Kembali Jembatan Penghubung Meurah Mulia-Geureudong Pase.[]