SABANG – Kunjungan wisatawan menjadi salah satu momen perputaran roda perekonomian untuk suatu daerah. Terlebih pada musim liburan panjang dan pergantian tahun. Hal ini juga dialami oleh kota kepulauan, Sabang, yang ikut merasakan dampak positif dan negatifnya saat memasuki musim liburan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang, Zulfi Purnawati, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan tidak tertutup kemungkinan masuknya hal-hal negatif dengan ramainya wisatawan yang berkunjung ke Sabang. 

“Dampak positifnya perekonomian masyarakat meningkat, negatifnya ya kita tidak bisa kontrol, mereka masuk ke kota Sabang sebagai wisatawan, tapi bisa saja membonceng yang tidak kita inginkan, seperti narkoba. Terus sampah juga. Karena masih banyak yang kurang sadar kebersihan,” ujar Zulfi, Selasa, 12 Januari 2016.

Dalam salah satu pertemuan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Sabang, Sabtu, 9 Januari 2016 kemarin, Zulfi juga mengingatkan pada setiap pengelola pengianapan, agar dapat menaati aturan syariat yang berlaku. Hal ini mengingat Sabang merupakan bagian dari Aceh yang memberlakukan syariat Islam.

“Terkait kegiatan yang dilakukan beberapa penginapan, kita di Sabang wisata alam dan laut. Karena kita di bawah provinsi Aceh, aturan yang berlaku untuk Qanun Wisata, itu juga berlaku di Sabang” kata Zulfi.[]

Laporan: Radzie Sabang