BLANGPIDIE- Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, A. Hanan, S.P., M.M., menyebutkan, pada tahun 2019, provinsi di ujung barat Indonesia ini sudah mandiri benih padi menyusul panen perdana hasil penangkaran di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
“Kami sangat mengharapkan Kabupaten Abdya sebagai pelopor untuk kebutuhan benih padi unggul bagi wilayah pantai Barat-Selatan Provinsi Aceh,” kata Hanan di sela-sela panen raya padi perdana hasil penangkaran di Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, 15 Oktober 2018.
Hanan menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan Bupati Akmal Ibrahim, Wakil Bupati Muslizar MT., Dandim 0110 Abdya, Letkol Arm. Iwan Aprianto, Wakapolres Abdya Kompol Jatmiko, S.H., Sekretaris Daerah, Drs. Thamren, para Asisten, Kepala SKPK, Camat, Keujruen Blang, penyuluh, Babinsa dan ratusan petani daerah itu.
Hanan mengatakan, berdasarkan data Distanbun Aceh, untuk Kabupaten Simeulue, Aceh Selatan, Nagan Raya dan Abdya, luas tanam padi untuk tahun 2019 sekitar 74 ribu hektare dengan jumlah lahan penangkaran seluas 450 hektare.
“Hari ini kita memanen padi hasil penangkaran lebih kurang 360 hektare yang terdiri dari varietas M-400 seluas 200 hektare, varietas Inpari 140 hektare dan varietas IPB-3S seluas 20 hektare. Ini sudah cukup untuk memenuhi benih padi untuk empat kabupaten tetangga,” ujarnya
Hanan mengatakan, untuk tahun depan, Pemerintah Aceh menargetkan luas tanam padi di seluruh kabupaten/kota seluas 500 ribu hektare dengan target produksi 2,6 juta ton dan tingkat produktivitas rata-rata 5,4 ton/hektare.
“Jadi, jumlah 2,6 juta ton target kami provinsi barangkali nanti kami akan meneruskan target ini kepada dinas pertanian di kabupaten-kabupaten. Saya mohon nanti seluruh kepala daerah memberikan dukungan sepenuhnya atas alokasi target yang diberikan itu,” ujarnya
Kemudian, tambah dia, dari luas areal sawah di seluruh kabupaten dalam provinsi Aceh tersebut, Distanbun membutuhkan benih padi unggul sebanyak 12.500 ton dengan nilai sekitar Rp115 miliar untuk pengadaan benih padi unggul pada tahun 2019.
“Terkadang orang-orang melihat sektor pertanian seperti tidak punya kontribusi besar. Ada para petinggi di kabupaten/kota masih belum melihat begitu besar investasi ini. Padahal, andai kata tidak ada investasi pertanian ini maka semuanya akan lapar,” ujarnya.[](Suprian)



