SUBULUSSALAM – Longsor di Gampong Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam menyebabkan separuh badan jalan juga runtuh ke dasar jurang dengan kedalaman puluhan meter. 

Tidak hanya itu, sejumlah rumah penduduk terpaksa dibongkar akibat ancaman longsor. Mereka terpaksa pindah ke lokasi yang lebih aman dan membangun rumah sementara di sana.

Longsor membuat permukiman warga di Gampong Cepu berubah menjadi jurang, bahkan jalan nasional terancam putus total. Kondisi ini menyebabkan arus lalulintas dari  wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela) menuju Medan, Sumatera Utara (Sumut) terancam putus total, mengingat akses tersebut sangat vital, satu-satunya arus transportasi  delapan kabupaten/kota di Aceh.

Longsor juga menyebabkan dua buah tiang listrik milik PT PLN Cabang Kota Subulussalam terpaksa dipindahkan ke sisi kiri badan jalan menuju Sumut.

Pantauan portalsatu.com/, Selasa, 17 April 2018  badan jalan ambles akibat longsor diperkirakan sepanjang 100 meter kini terlihat dibalut menggunakan terpal warga orange dan biru agar tidak tergerus air hujan.

Permukaan longsor juga tampak tumpukan pasir yang diisi dalam goni untuk membendung debit air agar tidak mengalir ke titik longsor yang berada di sebelah kanan arah Subulussalam menuju Medan.

Di sana juga terlihat rambu-rambu lalulintas dan lampu penerang (PLN) dipasang di lokasi tersebut untuk mengingatkan para pengguna jalan agar ekstra hati-hati melintasi kawasan ini. 

Masyarakat Kota Subulussalam berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan badan jalan nasional, yang menjadi urat nadi delapan kabupaten/kota di Aceh. 

Jika kerusakan badan jalan ini tidak segera ditangani secara serius, ancaman longsor semakin parah mengingat curah hujan sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir di daerah ini.

“Ini akses satu-satunya menuju Medan, jika putus lumpuh total, pemeritah harus segera memperbaiki sebelum jalan ini putus,” pinta sejumlah warga Subulussalam.[]