SUBULUSSALAM – Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Subulussalam selama dua hari Jumat-Sabtu, 28-29 Mei 2021.
Hari pertama tiba di Kota Subulussalam, Kapolda Aceh bersama sejumlah pejabat utama di jajaran Polda Aceh, didampingi Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono meninjau posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri.
Peninjauan ke Posko PPKM tersebut, untuk mengecek langsung kegiatan apa saja yang sudah dilakukan Babinkamtibmas Polres Subulussalam dan tim terkait dalam penanggulangan Covid-19 sejak berdirinya Posko PPKM di Kampong Suka Makmur.
Sedangkan hari kedua di Bumi Syekh Hamzah, Kapolda Aceh mengecek pos penyekatan perbatasan Aceh-Sumut tepatnya Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan. Peninjauan ke pos perbatasan itu dilakukan Kapolda Aceh usai bertolak dari Kabupaten Aceh Singkil.
Tiba di pos penyekatan Jontor, Kapolda Aceh Wahyu Widada disambut Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang didampingi Kapolres AKBP Qori Wicaksono serta sejumlah pejabat lainnya, termasuk dari unsur TNI.

“Siang hari ini kita menerima kunjungan Bapak Kapolda bersama sejumlah pejabat utama Polda Aceh, untuk melakukan pengecekan pos penyekatan dalam rangka penanggulangan Covid-19,” kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono kepada sejumlah wartawan di sela-sela menerima kunjungan Kapolda Aceh di pos penyekatan Jontor, Sabtu, 29 Mei 2021.
Baca Juga: Tingkatkan Pengawasan, Tim Asistensi Polda Aceh Cek Pos Penyekatan di Subulussalam
Kapolres Qori Wicaksono mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Kapolda Aceh Wahyu Widada memberikan respon positif kepada masyarakat Subulussalam. Kapolda Aceh menilai masyarakat di Bumi Syekh Hamzah Fansuri itu cepat tanggap dalam penanggulangan Covid-19.
“Tanggapan beliau positif, untuk warga kita Subulussalam, beliau menilai kita sudah cepat tanggap,” ungkap Kapolres Qori Wicaksono.
Namun kata Kapolres Qori, ada satu catatan penting, bahwa rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga prokes seperti memakai masker dan physical distancing atau jaga jarak.
Padahal, sebut Kapolres Qori, daerah Subulussalam rawan penyebaran Covid-19 karena berada di wilayah perbatasan Aceh-Sumut, setiap saat ada saja masyarakat keluar masuk baik dari arah Medan maupun sebaliknya.
“Masyarakat kita harapkan lebih disiplin lagi menjalankan prokes, karena Pandemi Covid-19 belum berakhir,” sebut Qori Wicaksono.[](Irm)







